Arab Saudi Akui Selalu Bayangkan Normalisasi dengan Israel karena...

Arab Saudi Akui Selalu Bayangkan Normalisasi dengan Israel karena... Foto: Reuters/Huseyin Aldemir

Arab Saudi mengatakan mereka selalu memiliki bayangan untuk bisa melakukan normalisasi hubungan dengan Israel. Hal itu diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri Saudi, Faisal bin Farhan.

Berbicara dalam webinar dengan Institut Washington untuk Kebijakan Timur Dekat, Faisal kembali menegaskan normalisasi dengan Israel hanya akan dilakukan setelah pembentukan negara Palestina dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya.

Baca Juga: Alasan Arab Saudi Gencar Lokalisasi Industri Militer

"Kami selalu membayangkan bahwa normalisasi (dengan Israel) akan terjadi, tetapi kami juga perlu memiliki negara Palestina dan rencana perdamaian Palestina-Israel," ucap Faisal dalam webinar tersebut.

“Pada akhirnya, satu-satunya hal yang dapat memberikan perdamaian abadi dan stabilitas abadi adalah kesepakatan antara Palestina dan Israel,” sambungnya, seperti dilansir Al Arabiya pada Jumat (16/10/2020).

Ditanya apakah kesepakatan perdamaian baru-baru ini yang ditandatangani antara Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain dengan Israel membantu proses tersebut. Faisal mengatakan itu membantu meletakkan dasar untuk membawa Palestina dan Israel kembali ke meja perundingan.

Sebelumnya, saat bertemu dengan Faisal, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo mendesak Arab Saudi untuk mempertimbangkan normalisasi hubungan dengan Israel. Ia juga mengatakan bahwa Washington mendukung "program penjualan senjata yang kuat" untuk itu. 

“Kami berharap Saudi akan mempertimbangkan untuk menormalisasi hubungannya juga, dan kami ingin berterima kasih kepada mereka atas bantuan yang mereka miliki dalam keberhasilan Perjanjian Abraham sejauh ini,” kata Pompeo.

Pompeo menambahkan bahwa dia berharap Arab Saudi akan mendorong para pemimpin atau Otoritas Palestina untuk kembali ke meja negosiasi dengan Israel.

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini