Normalisasi Israel, Rusia Ingatkan Jangan Ada Rugi buat Palestina

Normalisasi Israel, Rusia Ingatkan Jangan Ada Rugi buat Palestina Kredit Foto: Rawpixel

Pemerintah Rusia mengatakan mendukung normalisasi diplomatik antara Israel dan negara-negara Arab. Namun Moskow memperingatkan hal tersebut tak boleh merugikan kepentingan Palestina.

"Kami mendukung normalisasi hubungan Israel dengan tetangganya dan dengan negara lain di kawasan itu, tetapi kami menolak ini dengan mengorbankan hak Palestina yang ditetapkan dalam resolusi Majelis Umum PBB yang menyatakan pembentukan Israel," kata Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov pada Rabu (14/10/2020) dikutip laman Middle East Monitor.

Lavrov mengakui bahwa Israel adalah mitra Rusia. "Israel baik dan itu adalah teman dan mitra dekat kami. Namun negara Palestina belum didirikan," ujarnya.

Pada 15 September lalu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Abdullah bin Zayed Al Nahyan, dan Menteri Luar Negeri Bahrain Abdullatif bin Rashid Al Zayani menandatangani “Abraham Accord” di Gedung Putih, Amerika Serikat (AS). Penandatanganan itu menandai resminya normalisasi diplomatik antara ketiga negara.

AS merupakan mediator yang membantu terwujudnya hal tersebut. Presiden AS Donald Trump mengklaim masih terdapat beberapa negara Arab lainnya yang akan mengikuti langkah UEA dan Bahrain. Dia pun berharap Arab Saudi dapat turut melakukan normalisasi dengan Israel.

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini