Usung Semangat Sinergitas & Kolabiorasi Lintas Sektoral, Public Affairs Forum Diresmikan

Usung Semangat Sinergitas & Kolabiorasi Lintas Sektoral, Public Affairs Forum Diresmikan Foto: Unsplash/Rawpixel

Profesi public affairs di dalam struktur organisasi kian mendapat sorotan penting dari waktu ke waktu. Profesi yang punya tugas utama membangun hubungan baik antara perusahaan dengan pemangku kepentingan (stakeholders) ini memiliki tanggung jawab besar agar proses operasional perusahaan atau organisasi bisa berjalan selaras dan memahami elemen-elemen pemerintahan, regulasi, politik, ekonomi, sosial, sampai budaya di wilayah tempatnya beroperasi.

Perkembangan inovasi teknologi, arah kebijakan regulasi, politik dan ekonomi merupakan beberapa faktor pendorong yang membuat profesi ini dipacu agar cepat beradaptasi dengan perubahan. Sayangnya, ruang praktisi public affairs Indonesia untuk memperkaya ilmu dan pengalamannya masih terbatas.

Menurut Agung Laksamana selaku Director Corporate Affairs APRIL Group, jam terbang dan spesialisasi sektor industri masih menjadi andalan pelaku public affairs untuk mengasah pengalamannya.

Baca Juga: Udah Siap Belanja? Shopee Gelar Big Sale 11.11

"Padahal, saat ini kita butuh banyak praktisi public affairs untuk mendukung visi Indonesia maju 2030 termasuk agar kita bisa berkompetisi di ranah global. Perlu eksposur untuk mengakselerasi kemampuan dan kapabilitas praktisi public affairs untuk mencapai level strategis. Esensinya, praktisi public affairs harus adopt, adapt, dan adept dalam menghadapi tren perubahan ke depan," tuturnya.

Hal di atas menjadi salah satu alasan Agung selaku ketua penyelenggara bersama beberapa praktisi public affairs dari berbagai industri menggagas dibentuknya Public Affairs Forum pertama di Indonesia ini. Ia berharap forum ini bisa menjadi angin segar tidak saja bagi para praktisi public affairs, namun juga public relations, government relations, dan regulatory affairs di seluruh Indonesia.

Dalam peresmian yang digelar secara virtual (15/10), turut hadir beberapa tokoh senior di kalangan public affairs, salah satunya CEO Freeport Indonesia Tony Wenas. Menurutnya, "public affairs harus dilibatkan sejak awal di setiap proyek dan perencanaan arah perusahaan. Pembuatan key message juga harus memenuhi tiga hal: benar, baik, dan berguna untuk dikomunikasikan."

Turut hadir dalam memberikan sambutan, Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura Suryopratomo menegaskan, "komunikasi menjadi sangat penting bagi suatu negara dalam menyampaikan kebijakan. Diperlukan edukasi dan sosialisasi yang berkelanjutan dari praktisi public affairs kepada publik untuk membantu pemerintah agar meminimalisir timbulnya kesalah-pahaman."

Selanjutnya
Halaman

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini