Periksa Kehamilan di Rumah Sakit Saat Covid-19 Aman Kok Moms, Begini Penjelasannya

Periksa Kehamilan di Rumah Sakit Saat Covid-19 Aman Kok Moms, Begini Penjelasannya Foto: Freepik.

Masa kehamilan menjadi momen bahagia bagi ibu dan ayah. Guna memastikan sang buah hati dalam keadaan baik, pemeriksaan kehamilan pun menjadi suatu hal yang tidak boleh dilewatkan begitu saja. Namun, pada masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, ibu hamil menjadi lebih kahwatir ketika hendak memeriksakan diri ke rumah sakit.

Baca Juga: Lebih Ampuh dari Vaksin, Yuk Tangkal Covid-19 dengan Cuci Tangan Pakai Sabun

Kekhawatiran tersebut cukup beralasan, mengingat ibu hamil menjadi salah satu kalangan yang paling rentan terinfeksi Covid-19. Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Jakarta menyebutkan bahwa risiko ibu hamil terpapar virus corona 13,7% lebih tinggi daripada perempuan lainnya yang tidak sedang dalam masa kehamilan. 

Baca Juga: Ayah Bunda, Yuk Biasakan Anak untuk Gunakan Masker saat Keluar Rumah

Meski begitu, ibu hamil tidak perlu khawatir berlebihan karena pemeriksaan kehamilan di rumah sakit selama pandemi dapat tetap aman dilakukan dengan menerapkan sejumlah protokol kesehatan. Spesialis Obstetri dan Ginekologi, Dokter Kathleen Juanita Gunawan, mengimbau bahwa jangan sampai ibu hamil melewatkan pemeriksaan ke rumah sakit sehingga perkembangan janin dalam kandungan menjadi tidak bisa dipastikan.

"Jangan sampai karena kondisi Covid-19 membuat seorang ibu takut memeriksakan kehamilan sehingga kita tidak bisa memastikan bagaimana perkembangan janinnya karena sangat berbahaya sekali, terutama pada trisemester tiga di akhir-akhir menjelang masa persalinan kita harus mengawasi, termasuk juga untuk persalinannya," ungkapnya dilansir dari laman YouTube BNPB pada Kamis, 15 Oktober 2020. 

Ia melanjutkan, ada sejumlah prosedur yang dilakukan terhadap ibu hamil ketika melakukan pemeriksaan kehamilan di rumah sakit, salah satunya adalah screening. Hal itu dilakukan untuk mengetahui kondisi ibu hamil dan menyesuaikan tindakan yang perlu dilakukan berikutnya. Apabila berdasarkan pertanyaan yang diajukan pada proses tersebut ada indikasi gejala Covid-19, jelas Kathleen, ibu hamil tersebut akan dipisahkan dulu untuk menjalani pemeriksanaan lebih lanjut.

"Namun kalau semuanya baik, kita akan bolehkan (ibu hamil) masuk ke poliklinik yang sudah kita selalu disinfeksi juga dan dengan ruang tunggu yang jaraknya berjauhan dan di dalam ruangan pemeriksaan pun selalu kita bersihkan. Jadi tetap aman untuk melakukan konsultasi kehamilan di rumah sakit," sambungnya.

Kathleen menyarankan, akan lebih baik jika ibu hamil memilih rumah sakit tujuan yang menyediakan fasilitas janji temu. Hal itu penting untuk menghindari lamanya waktu dan mencegah kontak dengan pengunjung lainnya di ruang tunggu. Kemudian, jika keluar rumah harus menerapkan 3M, mulai dari menggunakan masker hingga menjaga jarak dari kerumunan. Dari semua itu, katanya lagi, hal yang paling pentingbagi ibu hamil adalah menjaga kesehatan dengan cara tidak panik menyikapi situasi pandemi seperti sekarang ini. 

"Yang paling penting menurut saya nomor satu, adalah jangan panik karena memang banyak ibu-ibu yang datang dengan panik, khawatir aduh gimana nih saya lagi hamil di tengah-tengah situasi seperti ini. Yang perlu diingat adalah masa yang paling penting dalam kehidupan seseorang adalah pada 1.000 hari pertama, yaitu dimulai dari 280 hari dalam kandungan, kemudian dilanjutkan sampai dengan usia dua tahun, itu adalah masa yang sangat penting yang menjadi pondasi bagi kehidupan seseorang sehingga kehamilannya harus benar-benar dijaga," sambungnya.

#GerakanMemakaiMasker #3M #SatgasCovid-19 #BNPB

Ingat, terus terapkan gerakan 3M: memakai masker, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan, serta mencuci tangan.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #ingatpesanibupakaimasker #ingatpesanibujagajarak #ingatpesanibucucitangan #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini