Istana Jawab Rencana Habib Rizieq Pimpin Revolusi: Hoaks, Nggak Masuk Logika!

Istana Jawab Rencana Habib Rizieq Pimpin Revolusi: Hoaks, Nggak Masuk Logika! Foto: Sufri Yuliardi

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Donny Gahral, menanggapi pernyataan FPI terkait pengumuman kepulangan Habib Rizieq Shihab dari Arab Saudi ke Indonesia, dan akan memimpin revolusi untuk menyelamatkan NKRI.

Terkait itu, ia menyebut revolusi merupakan pengambilalihan kekuasan melalui paksaan bukan  mekanisme demokratis seperti pemilu. Baca Juga: Nah Lho, Orangnya Habib Rizieq Sebut Oknum Aparat Nyamar, Terus Bikin Aksi 1310 Ricuh

"Jadi kalau menggaungkan revolusi itu hanya dengan makar, karena pemerintahan yang konstitusional hanya berganti dengan mekanisme yang direstui oleh konstitusi yaitu lewat pemilihan umum," ujarnya kepada wartawan, Rabu (14/10/2020) kemarin.

Lanjutunya, ia memastikan kabar kepulangan Rizieq ke Tanah Air adalah kabar hoaks. Sebab, hingga kini tidak ada konfirmasi Rizieq akan pulang ke Indonesia karena pencekalannya telah dicabut. Baca Juga: Dengar Habib Rizieq Mau Pulang Kampung, PKS Bersuara: Negara Sepatutnya Menolong

"Sejauh ini tidak ada konfirmasi bahwa Habib Rizieq itu akan pulang ke Indonesia, jadi bisa dipastikan bahwa itu tidak benar. Begitu," tuturnya.

Selain itu, ia menyebut pemerintah tidak bisa bersikap terkait kepulangan Rizieq. Sebab, Rizieq melarikan diri karena ada dugaan keterlibatan kasus hukum di Indonesia. 

"Pemerintah tidak bisa bersikap apa-apa, semua terpulang pada Habib Rizieq, yang melarikan diri karena kan ada kasus hukum yang mana beliau (Rizieq) terlibat. Jadi pemerintah tidak ada urusan dengan itu. Tapi sejauh ini tidak ada konfirmasi bahwa beliau akan pulang," tuturnya.

Sambungnya, "Mana bisa, mana bisa cekal dicabut tanpa pemerintah, yang cekal kan pemerintah, mana bisa, masa yang mencekal tidak terlibat, ya kan pemerintah yang mencekal, masak yang mencabut orang lain? kan nggak mungkin," kata Donny.

Karena itu, ia menilai pernyataan resmi FPI yang diumumkan pada saat demo aksi 1310 menyesatkan dan tak masuk logika. 

"Jadi saya kira itu sesat, tak masuk akal, jadi segala informasi yang disampaikan terkait dengan pencabutan cekal, kemudian akan pulang, memimpin revolusi. Ah itu saya kira informasi yang keliru dan menyesatkan," ucap dia.

"Pemerintah jelas, artinya kan beliau yang melarikan diri, artinya kalau beliau pulang menghadapi proses hukum ya akan diproses, begitu," katanya.

Selanjutnya
Halaman

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini