Pentolan Intelijen Inggris Tandai Rusia dan China Ancaman Terbesar

Pentolan Intelijen Inggris Tandai Rusia dan China Ancaman Terbesar Kredit Foto: Unsplash/Chris Lawton

Pandangan bahwa Rusia dan China adalah sebuah ancaman ternyata tidak hanya dimiliki oleh Amerika Serikat (AS). Sekutu AS, Inggris ternyata juga mempunyai pandangan serupa.

"Rusia adalah ancaman berbasis negara terbesar bagi Inggris, tetapi tindakan intelijen China akan membentuk dunia," kata kepala dinas intelijen Inggris, MI5, yang baru Ken McCallum seperti dilansir dari Newsweek, Rabu (14/10/2020).

Baca Juga: Diloloskan Lagi buat Tahap 3, Vaksin Rusia Langgar Aturan?

Dalam komentar publik pertamanya sejak memulai pekerjaan pada bulan April, McCallum mengatakan bahwa Moskow menyampaikan "semburan cuaca buruk" tetapi China bertanggung jawab untuk "mengubah iklim" dalam hal aktivitas keamanan dan intelijen.

"Jika pertanyaannya adalah badan intelijen negara mana yang menyebabkan kejengkelan paling parah bagi Inggris pada Oktober 2020, jawabannya adalah Rusia," ujar McCallum kepada audiens di Kantor Dalam Negeri di London.

"Jika, di sisi lain, pertanyaannya adalah negara mana yang akan membentuk dunia kita dalam dekade mendatang, menghadirkan peluang besar dan tantangan besar bagi Inggris, jawabannya adalah China. Anda mungkin berpikir dalam istilah dinas intelijen Rusia yang menyediakan semburan cuaca buruk, sementara China mengubah iklim," jelasnya.

Hubungan diplomatik antara Inggris dan China serta Rusia telah meregang dalam beberapa bulan terakhir, dengan pekerjaan perusahaan China Huawei dalam infrastruktur telekomunikasi Inggris diragukan.

Di Rusia, beberapa ahli mengatakan bahwa Perang Dingin kedua dapat berlangsung selama 40 tahun ketika hubungan keduanya rusak.

Terkait terorisme, McCallum mengatakan bahwa ancaman dari kelompok teror sayap kanan mengalami peningkatan. Sejak 2017, 27 rencana serangan teroris telah digagalkan pada tahap akhir di mana delapan dari serangan itu datang dari kelompok sayap kanan.

"Kami beroperasi sepenuhnya dengan sistem yang sama seperti pada terorisme ekstremis Islam, dengan kasus-kasus yang dikejar oleh profesional kontra-teroris yang sama dalam bagian yang sama dari mesin polisi (dan) MI5, beroperasi pada ambang yang sama, diprioritaskan berdasarkan ancaman dan risiko daripada ideologi. Ancaman ini (dari paling kanan), hari ini, tidak dalam skala yang sama dengan terorisme ekstremis Islam. Tapi itu sedang berkembang," tuturnya.

Kombinasi kelompok teror bersama pengawasan berbasis negara dan gangguan demokrasi, seperti yang diyakini terjadi pada pemilu AS 2016, membuat pekerjaan MI5 semakin rumit.

"Ancaman itu menjadi lebih beragam dan dalam beberapa hal lebih sulit dikenali," ucap McCallum.

"Kita menghadapi sedikit campuran yang buruk — terorisme tidak akan hilang, dan aktivitas permusuhan yang didukung negara sedang meningkat. Tapi jangan sampai orang-orang ini setinggi 10 kaki," tukasnya.

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini