Jepang Kerahkan Kapal Selam 3.000 Ton buat Adang Gebrakan China

Jepang Kerahkan Kapal Selam 3.000 Ton buat Adang Gebrakan China Foto: (Foto/Reuters)

Di tengah meningkatnya hubungan panas dengan Tiongkok, Jepang meluncurkan kapal selam baru di galangan kapal kota Kobe pada Rabu (14/10/2020).

Dikutip dari Japan Today, kapal selam bernama Taigei memiliki berat 3.000 ton yang dibuat oleh Mitsubishi Heavy Industries Ltd.

Baca Juga: Didesak Sana-Sini, China Lagi-lagi Ditekan Jepang buat Tarik Mundur Kapal Perangnya

Kapal selam Taigei dijadwalkan mulai beroperasi pada Maret 2022 mendatang dan menjadi kapal ke-22 di armada kapal selam Angkatan Bela Diri Maritim Jepang (MSDF).

Di bawah Pedoman Program Pertahanan Nasional 2010, Tokyo menetapkan tujuan untuk meningkatkan jumlah kapal selamnya dari 16 menjadi 22 seiring dengan meningkatnya aktivitas Beijing di perairan dekat Jepang, terutama di sekitar sekelompok pulau Jepang yang diklaim oleh Tiongkok di Timur Laut China.

Dalam bahasa Jepang, Taigei memiliki arti paus besar yang berukuran panjang 84 meter dan lebar 9,1 meter dan biaya pembuatannya sekitar 76 miliar yen atau setara Rp10,6 triliun.

Menurut MSDF, kapal selam Taoheo beranggotakan 70 orang itu memiliki desain seperti kapal siluman dan dilengkapi dengan baterai lithium-ion sehingga dapat bertahan di bawah air lebih lama dari model sebelumnya.

Sekitar 150 orang, termasuk Menteri Pertahanan Jepang Nobuo Kishi dan Kepala Staf MSDF Hiroshi Yamamura, menghadiri upacara yang diadakan di Galangan Kapal Kobe di Prefektur Hyogo sebagai pusat pembuat peralatan pertahanan utama Jepang.

Jepang saat ini mengoperasikan sembilan kapal selam kelas Oyashio seberat 2.750 ton dan 11 kapal perang kelas Soryu seberat 11 2.950 ton.

Jepang juga berencana untuk memperkenalkan kapal selam kelas Soryu ke-12 tahun 2021 mendatang.

Kapal selam Taigei akan menjadi yang pertama dalam kategori kelas Taigei baru setelah Oyashio dan Soryu.

Diberitakan sebelumnya, Jepang mengajukan protes tegas ke Tiongkok setelah dua kapal Beijing mendekati nelayan Jepang di dekat Kepulauan Senkaku yang disengketakan.

"Kapal Penjaga Pantai Tiongkok masuk ke perairan teritorial Jepang dekat pulau tak berpenghuni di Laut China Timur sekitar pukul 10.47 Minggu pagi," Katsunobu Kato dalam konferensi pers pada 12 Oktober 2020.

Tiongkok telah meningkatkan klaimnya atas pulau-pulau kecil yang dikelola Jepang. Tiongkok menyebut Diaoyu pada pulau-pulau ini, sementara Jepang menyebutnya Senkaku.

Lihat Sumber Artikel di Pikiran Rakyat Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Pikiran Rakyat. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Pikiran Rakyat.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini