Terang-terangan Artis ini Kecam Presiden Trump yang Rasis

Terang-terangan Artis ini Kecam Presiden Trump yang Rasis Foto: (Foto: Instagram/@ddlovato/@angelokritikos)

Penyanyi Demi Lovato terang-terangan menyindir Presiden AS Donald Trump lewat lagu berjudul "Commander in Chief". Lagu itu menyerukan tanggapannya terhadap ketidakadilan rasial, krisis Covid-19, dan banyak lagi.

Baru-baru ini, penyanyi berusia 28 tahun itu berbicara dengan CNN tentang lagu barunya. "Sudah berkali-kali aku ingin menulis surat kepada presiden atau duduk bersamanya dan menanyakan pertanyaan-pertanyaan ini kepadanya,” kata Lovato.

Dalam lagu yang dia tulis itu, Lovato bertanya, “Apakah Anda tahu yang terjadi sebenarnya? Kami dalam keadaan krisis. Orang-orang sekarat. Sementara Anda melapisi kantongmu semakin tepat. Panglima tertinggi. Bagaimana rasanya? Untuk masih bisa bernapas?”

Lovato mengatakan tidak ingin memicu perpecahan lewat liriknya. Namun dia berharap bisa mendorong para penggemarnya tetap terlibat dalam proses politik dan memberikan suara dalam pemilihan bulan depan.

“Kami harus hadir dan memberikan suara, karena sangat penting suara kami didengar. Dan, sejujurnya, bagiku, apakah dia seorang Republikan atau Demokrat, keluar saja dan pilih,” ujar dia.

Di Twitter, Trump dikenal sering membidik tokoh hiburan yang mengkritiknya, tetapi pelantun lagu Heart Attack ini tidak khawatir tentang potensi kontroversi.

“Ayo. Buktikan kepada mereka bahwa Anda persis seperti yang kukatakan dalam lagu itu. Lakukan saja, lakukanlah,” kata dia.

Lovato sudah memutuskan menggunakan suaranya di media sosial untuk menyerukan ketidakadilan, bagian dari gelombang artis yang tumbuh lebih vokal secara politik. Lovato mencontohkan bagaimana Taylor Swift dulu tidak pernah bersikap atas permasalahan hak asasi, kemudian dia mendapat kecaman. Kini, Swift yang mulai vokal tentang politik, tapi ternyata tetap ada orang yang tidak senang dengan itu.

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini