Kisah Startup Fore Coffee: Bisnis Kopi Berusia 2 Tahun dengan Ratusan Gerai

Kisah Startup Fore Coffee: Bisnis Kopi Berusia 2 Tahun dengan Ratusan Gerai Foto: Fore Coffee

Beroperasi sejak 2018, startup kopi Fore mengaku telah mencatatkan hasil penjualan positif dan berupaya memperluas jangkauan bisnisnya tahun ini.

Melansir Daily Social, Rabu (14/10/2020), Fore Coffee mengklaim, bisnisnya telah bertumbuh setelah menghimpun putaran pendanaan Seri A pada April 2019 dengan modal tambahan bernilai 1 juta dolar Amerika Serikat (AS) (sekitar Rp14,7 miliar); sebelumnya, perusahaan telah memiliki modal berjumlah 8,5 juta dolar AS.

East Venture memimpin pendanaan itu, dengan partisipasi dari SMDV, Pavilion Capital, Agaeti Venture Capital, dan sejumlah investor angel.

Baca Juga: iPhone 12 Pro dan iPhone 12 Pro Max: Spesifikasi, Harga, dan Ketersediaan

Baca Juga: Kabar Buruk dari Yahoo Groups!! Resmi Gulung Tikar Mulai Tanggal ....

Dengan modal 9,5 juta dolar AS (sekitar Rp147 miliar), Fore Coffee pun membidik perluasan gerai ke sejumlah kota, seperti Bandung, Medan, dan Surabaya.

Pada April 2020, Co-Founder Fore Coffee, Elisa Suteja berujar, "selain ekspansi, kami pun akan meningkatkan kolaborasi dengan merek lokal."

Bahkan, Fore kini telah menambah rangkaian produk di luar kopi, yakni jamu tradisional; Wedang Uwuh dan Temulawak Rumbu. Produk-produk tersebut perusahaan jajakan lewat saluran daring (Gofood, Grabfood, aplikasi Fore) dan luring (outlet atau kedai Fore).

"Lewat penjualan dan pengantaran daring, Fore ingin mendekatkan minuman tradisional dengan masyarakat sehingga bisa mencicipinya kapan saja, terutama di tengah pandemi. Dengan aplikasi sederhana, pelanggan juga bisa mengirimkan minuman untuk keluarga atau kerabatnya," kata Elisa.

Sekadar informasi, pada April 2019, Fore memiliki 35 gerai di Jakarta. Angka itu telah berkembang menjadi lebih dari 100 gerai setahun selanjutnya, dengan penyebaran lokasi hingga ke luar Jakarta.

Pada Mei 2020, ada isu yang menyebut seluruh gerai Fore tutup. Namun, Elisa membantahnya. "Fore Coffe terus beroperasi. Kami sedang mengembangkan sistem untuk meningkatkan layanan daring," ujarnya saat itu.

Soal penjualan, Fore mengklaim ada pertumbuhan penjualan di saluran daring hingga 12,8% per pekan setelah menjajakan kemasan 1 liter di aplikasi dan situs belanja daring layaknya Shopee, Tokopedia, dan Bukalapak.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini