Perangi Covid-19, Yuk Belajar Disiplin Protokol Kesehatan dari Malaka, NTT

Perangi Covid-19, Yuk Belajar Disiplin Protokol Kesehatan dari Malaka, NTT Foto: Fajar Sulaiman

Penyebaran virus Covid-19 hingga saat ini masih mengganas di Indonesia. Data yang dihimpun Satgas Penanganan Covid-19 menyebutkan, hingga 13 Oktober 2020 ada penambahan sebanyak 3.906 yang terkonfirmasi positif Covid-19 sehingga menjadi 340.622 orang yang positif Covid-19 di Indonesia.

Beragam upaya telah dilakukan pemerintah misalnya menerapkan PSBB, kemudian terus mensosialisasikan protokol kesehatan guna mencegah penularan Covid dan sebagainya. Namun, kurangnya disiplin masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan dinilai menjadi salah satu penyebab masih maraknya penambahan kasus positif Covid-19 di Tanah Air.

Tetapi, jangan berkecil hati. Ada satu daerah yang layak dijadikan contoh dalam penerapan protokol kesehatan yakni Kabupaten Malaka di Nusa Tenggara Timur (NTT). Di daerah ini, seluruh warganya begitu disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Dan ini tentu saja menjadi tamparan keras buat kota-kota besar di indonesia yang masyarakatnya kurang perhatian terhadap protokol kesehatan.

Romo Deken Malaka Keuskupan Atambua, Edmundus Sako, mengungkapkan kunci sukses begitu disiplinnya masyarakatnya yang tinggal jauh dari hiruk pikuk kota. Menurutnya, peran kerja sama pemuka agama dengan pemerintah daerah sangat krusial dalam menyosialisasikan protokol kesehatan.

"Dan apa yang telah dijalankan oleh seluruh umat dan masyarakat kabupaten Malaka sungguh-sungguh mmbuat masyarakat ini harus mnjalankan tugas dimana saja berpedoman pada memakai masker, mencuci tangan dan mengukur suhu tubuh," ujar Romo Edmundus saat diskusi BNPB secara virtual belum lama ini di Jakarta.

Dia menuturkan, warga menjalankan semua ini dengan tertib dan disiplin tak lepas dari peran pihak gereja katolik yang memiliki umat 98% selalu bekerja sama denga pihak terkait terutama pemerintah.

"Saya sebagai deken Malaka selalu mengimbau tidak hanya katolik tapi seluruh aliran agama yang ada di Malaka. Saya sebagai ketua deken dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) malaka selalu mnghimpun anggota dari FKUB untuk membicarakan dan bagaimana cara mengatasi Covid-19 ini," ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BPBD Kabupaten Malaka Gabriel Seran menilai bahwa kekuatan memerangi Covid-19 ada pada rakyat. Oleh karena itu, pihaknya melibatkan seluruh tokoh agama yang ada di Kabupaten Malaka dalam melakukan upaya penanganan Covid-19.

"Pertama, kami lakukan sosialisasi kepada masyarakat lewat berbagai tingkatan baik kabupaten, kecamatan maupun di desa. Kedua, lewat forum-forum antar agama, forum gereja, forum umat islam dan forum protestan, kita minta diumumkan di mimbar rumah ibadah-ibadah. Karena kekuatan untuk melawan Covid-19 ada pada masyarakat, oleh karenanya kita tidak henti-hentinya mlakukan edukasi dan sosialisasi," tukasnya.

Ingat, terus terapkan gerakan 3M: memakai masker, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan, serta mencuci tangan.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #ingatpesanibupakaimasker #ingatpesanibujagajarak #ingatpesanibucucitangan #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini