Calling Jokowi, Suga Mau Bangun Hubungan Istimewa Jepang-Indonesia

Calling Jokowi, Suga Mau Bangun Hubungan Istimewa Jepang-Indonesia Foto: Reuters/Philip Fong

Jelang kunjungannya ke Tanah Air, Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga melakukan pembicaraan dengan Presiden Joko Widodo. Mereka membahas kerja sama bilateral maupun regional.

Pembicaraan telewicara itu berlangsung, Selasa (13/10/2020) siang sekitar 10 menit. Dimulai pukul 14.25 WIB. Mengawali pembicaraan, PM Suga menyampaikan niatnya untuk membangun hubungan yang istimewa dengan Jokowi, dan mempererat kemitraan strategis dengan Indonesia yang memiliki nilai-nilai dasar yang sama dan hubungan historis di berbagai bidang dengan Jepang.

Baca Juga: Jelang Kunjungan Perdana, Yoshihide Suga Prioritaskan Indonesia

"Menanggapi hal tersebut, Jokowi menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan Suga sebagai PM Jepang dan menyampaikan keinginan untuk meningkatkan hubungan Indonesia dan Jepang sebagai mitra yang penting," keterangan pers Kedutaan Besar Jepang di Jakarta, Selasa.

Kemudian, Suga mengatakan, Jepang tetap mempromosikan “Free and Open Indo-Pacific (FOIP)” dan mendukung penuh “ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP)” yang dipromosikan Indonesia.

Selanjutnya, Suga juga menyampaikan keinginannya untuk memperdalam kerja sama di berbagai bidang termasuk pembangunan infrastruktur, pembinaan sumber daya manusia, keamanan maritim antara Jepang dan Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Jokowi menyampaikan niatnya untuk bekerja sama dengan Jepang secara erat guna menanggapi berbagai tantangan di kawasan.

"Kedua pemimpin negara memastikan kerja sama menjelang KTT ASEAN. Selain itu, Perdana Menteri Suga menyampaikan harapan beliau agar Indonesia mendukung penyelesaian masalah Korea Utara termasuk isu penculikan warga negara Jepang," bunyi  keterangan pers itu lagi.

Dalam pembicaraan itu, tidak disinggung mengenai rencana kedatangan Suga ke Jakarta yang rencananya, Oktober ini. 

Dalam kunjungan perdananya sebagai PM baru Jepang, Suga akan mengunjungi Indonesia dan Vietnam. Na­mun menurut kepala Sekretaris Kabinet Katsunobu Kato, Suga tetap akan melihat perkemba­ngan kasus penularan Virus Co­rona di kedua negara itu.

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini