Rusia Benarkan Para Pakar Swedia Mulai Lirik-lirik Vaksin Sputnik V

Rusia Benarkan Para Pakar Swedia Mulai Lirik-lirik Vaksin Sputnik V Foto: Flickr/Stefan Lins

Pakar Swedia telah mulai memperhatikan kerja sama dengan Rusia dalam vaksin virus Corona yang dijuluki Sputnik V. Hal itu diungkapkan Duta Besar Rusia untuk Swedia Viktor Tatarintsev.

"Kami mencatat bahwa Stockholm mulai menunjukkan minat pada vaksin virus Corona Rusia Sputnik V," ujarnya seperti dikutip dari kantor berita Rusia, TASS, Selasa (13/10/2020).

Baca Juga: Swedia Sukses Tangani Corona, Pakar Bilang Gak Semua Negara Bisa karena...

Menurut utusan Rusia tersebut, Moskow menggunakan saluran diplomatik untuk mengirim tawaran kerja sama ke Swedia dalam penggunaan, produksi dan penyebaran vaksin tetapi belum menerima tanggapan resmi.

Pada saat yang sama, diplomat tersebut menekankan fakta bahwa para ahli resmi Swedia telah mulai menaruh perhatian atas vaksin tersebut melalui media lokal. Secara khusus, dia menyoroti fakta bahwa koordinator vaksinasi virus Corona pemerintah Swedia, Rikard Bergstrom, mengatakan kepada surat kabar lokal Dagens Nyheter bahwa vaksin yang dikembangkan oleh Rusia "menarik."

Swedia juga mengonfirmasi bahwa tawaran kerja sama Rusia sedang dipelajari sekarang. Negara Skandinavia itu akan segera membahas potensi kerja sama dalam vaksin dengan para ahli Rusia.

Dagens Nyheter juga mengutip komentar duta besar Rusia tentang keuntungan vaksin Rusia dan prospek kerja sama komersial untuk memajukannya di dunia.

"Saya berharap sinyal positif yang tercetak di pers Swedia mengenai kemungkinan minat Stockholm untuk bekerja sama di bidang ini akan segera diterjemahkan menjadi tanggapan resmi ke Rusia," harap Tatarintsev.

Pada 11 Agustus, Rusia menjadi negara pertama di dunia yang mendaftarkan vaksin virus Corona bernama Sputnik V, yang dikembangkan oleh Gamaleya Research Institute of Epidemiology and Microbiology dari Kementerian Kesehatan Rusia. Suntikan vaksin itu lolos uji klinis pada Juni-Juli.

Vaksin ini didasarkan pada platform yang sudah dikenal yang digunakan untuk membuat sejumlah suntikan lain. Kementerian Kesehatan Rusia menggarisbawahi bahwa dilihat dari pengalaman menggunakan vaksin tersebut, mereka mampu memberikan kekebalan jangka panjang hingga dua tahun.

Menurut Kirill Dmitriev, kepala Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF), Rusia menerima aplikasi awal untuk memasok lebih dari satu miliar dosis vaksin terobosan Rusia dari 20 negara.

Dia mencatat bahwa negara-negara Amerika Latin, Timur Tengah, dan Asia paling tertarik untuk membelinya, sementara sejumlah kontrak telah diselesaikan.

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini