Negara Lain Masih Terperosok dalam Resesi, Ekonomi China Bangun Lebih Dini

Negara Lain Masih Terperosok dalam Resesi, Ekonomi China Bangun Lebih Dini Foto: Antara/REUTERS/Thomas Peter

Ketika sebagian besar negara di dunia masih berjuang melindungi kondisi ekonomi akibat wabah Covid-19, China sudah sukses meraih angka pertumbuhan yang membanggakan. Meski tidak sebesar tahun-tahun sebelumnya, pendapatan yang dicapai China telah memperkuat posisinya sebagai negara adidaya yang memberi pengaruh luas.

China menjadi satu-satunya negara superpower yang berhasil menghindari resesi ekonomi akibat Covid-19 pada tahun ini. Amerika Serikat (AS) dan Jepang pun tak mampu mengalahkan China.

Baca Juga: China Protes Soal Guru Besarnya yang Tahu-Tahu Tewas di AS

Menurut Bank Dunia, Produk Domestik Bruto (PDB) China diprediksi tumbuh sekitar 1,6% pada tahun ini sementara ekonomi global mengalami kontraksi sebesar 5,2%.

China sukses bangkit dan lebih cepat pulih dibandingkan negara lainnya karena berhasil menanggulangi Covid-19 secara cepat dan tepat.

Pemerintah China juga menanamkan investasi dalam berbagai proyek infrastruktur untuk mendukung ekonomi dan membagikan insentif uang tunai sehingga kemampuan belanja masyarakat tetap kuat.

Pada akhir athun ini, PDB China terhadap dunia meningkat sebesar 1,1% atau tiga kali lebih tinggi dibandingkan 2019. Sebaliknya, PDB AS dan Eropa terhadap dunia menurun.

Estimasinya, ekonomi China diperkirakan setara dengan USD14,6 triliun atau setara dengan 17,5% PDB dunia. Tanpa adanya Covid-19, ekonomi China diyakini akan merekah.

Ahli ekonomi dari Macquarie Group, Larry Hu, mengatakan kemajuan China tidak terlepas dari besarnya pengaruh China dalam ekonomi dunia. Saat ini, banyak perusahaan China yang sukses mengadu strategi di berbagai sektor dan menguasai pasar.

“Karen itu tak heran jika China mampu pulih lebih baik dibandingkan yang lain,” kata Hu.

Pertumbuhan itu juga dirangsang berbagai program ekonomi dan budaya. Pada pekan ini, China telah merayakan liburan panjang Golden Week.

Festival musiman itu menandai berdirinya Republik Rakyat China dan Moon Festival, salah satu festival dengan arus mudik terbesar di China. Lebih dari 630 juta orang disebut mudik selama Golden Week tahun ini atau 80% dari jumlah normal.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini