IsDB Setujui Rp3,86 T untuk Kedaruratan Enam Rumah Sakit Rujukan Nasional di Indonesia

IsDB Setujui Rp3,86 T untuk Kedaruratan Enam Rumah Sakit Rujukan Nasional di Indonesia Kredit Foto: Antara/Reno Esnir

Akses ke layanan kesehatan bukan hanya hak asasi manusia, tetapi rumah sakit yang lebih baik, staf perawatan kesehatan yang lebih terlatih, peralatan medis mutakhir, dan metode pengobatan modern merupakan faktor integral yang berkontribusi pada pembangunan ekonomi dan sosial yang berkelanjutan.

Proyek ini diharapkan dapat membantu masyarakat Indonesia memiliki akses yang lebih baik dan lebih cepat terhadap layanan kesehatan dalam Perawatan Ibu dan Anak, Kanker, dan Pernafasan.

Selain itu, pandemi COVID-19 saat ini telah membuktikan bahwa sistem perawatan kesehatan yang mapan dan berfungsi dengan baik sangat dibutuhkan tidak hanya untuk memerangi keadaan darurat kesehatan, tetapi juga untuk lebih menjaga kehidupan ekonomi dan sosial tetap pada jalurnya.

Intervensi utama akan berkisar pada penyediaan infrastruktur, peralatan dan peningkatan kapasitas yang diperlukan di enam rumah sakit rujukan untuk meningkatkan pemberian layanan kesehatan sambil berkontribusi pada kegiatan penting tambahan yang didedikasikan untuk meningkatkan kapasitas tanggap darurat dari sistem perawatan kesehatan dan penggunaan sistem informasi yang lebih efisien di kesehatan.

Rumah sakit yang termasuk dalam proyek ini adalah Rumah Sakit Pusat Kanker Nasional, Rumah Sakit Dharmais dan Persahabatan di Jakarta, Dr. Rumah Sakit Hasan Sadikin di Bandung, Dr. Rumah Sakit Sardjito di Yogyakarta, Rumah Sakit Sanglah di Denpasar, dan Dr. Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar. Setelah selesai, proyek akan berkontribusi pada 25% peningkatan layanan rawat inap dan rawat jalan di rumah sakit tersebut.

Tampilkan Semua
Halaman

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini