Pecah Telor! Saham BRI Syariah Melonjak Drastis 240% Lebih Gara-Gara....

Pecah Telor! Saham BRI Syariah Melonjak Drastis 240% Lebih Gara-Gara.... Foto: Sufri Yuliardi

Saham PT Bank BRIsyariah Tbk (BRIS) bertengger di posisi teratas sebagai saham top gainers pada perdagangan bursa Selasa, 13 Oktober 2020. Menutup sesi pertama, saham BRI Syariah terapresiasi 225 poin atau 25% dan parkir di level Rp1.125 per saham.

Level tersebut sekaligus rekor tertinggi bagi saham BRI Syariah sejak pertama kali bergabung di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Mei 2018 lalu. Kala initial public offering (IPO) saham BRI Syariah hanya dibanderol sebesar Rp510 per saham.

Baca Juga: Nasib Perusahaan Milik Konglomerat Budi Hartono: Bos Djarum, Orang Terkaya Nomor 1

Boleh dikatakan, tren pergerakan saham BRI Syariah positif sejak awal tahun 2020 ini. Walau pasar modal ikut terdampak oleh pandemi Covid-19, saham bank syariah BUMN itu berhasil tumbuh subur hingga 240,91% secara year to date (ytd). Per 1 Januari 2020, harga saham BRI Syariah berada di level Rp332 per saham.

Merangkum perdagangan bursa, sepanjang sesi pertama investor mengguyur dana segar ke saham BRI Syariah hingga Rp32,19 miliar. Nilai tersebut bahkan jauh melampaui capaian net buy BRI Syariah secara ytd yang hanya Rp18,16 miliar.

Baca Juga: Kinerja BRI Syariah Juara, Apa Kabar Emiten Bank Syariah Lainnya?

Tingginya aksi borong dan berimbas ke lonjakan harga saham secara drastis itu dipengaruhi oleh rencana merger bank syariah pelat merah (BUMN). Melalui aksi merger itu, nantinya akan ada tiga bank syariah yang dilebur, yaitu  PT Bank BRI Syariah Tbk (BRIS), PT Bank BNI Syariah, dan PT Bank Syariah Mandiri. Menteri BUMN, Erick Thohir, beberapa waktu lalu mengatakan rencana tersebut akan selesai pada tahun 2021 mendatang.

"Bank syariah merger dengan skala lebih besar itu akan selesai pada awal 2021," pungkasnya.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini