Presiden Azerbaijan Benarkan Armenia Bertekuk Lutut di Negara Sendiri

Presiden Azerbaijan Benarkan Armenia Bertekuk Lutut di Negara Sendiri Foto: Azerbaijan's Presidential Press Office

Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev, memberikan pernyataan jika pasukannya telah memenangkan peperangan yang sudah berlangsung lebih dari dua pekan. Dengan segala fakta yang diterima, Aliyev memastikan sejumlah kota dan desa di Nagorno-Karabakh telah berhasil direbut dari pasukan Armenia.

Menurut laporan yang dikutip dari Azertag.az, Aliyev menerima sejumlah laporan dari medan pertempuran dengan hasil yang sangat positif. Aliyev menyatakan jika sejumlah kota dan desa di Nagorno-Karabakh (Artsakh), telah berhasil dikuasai pasukan Angkatan Bersenjata Azerbaijan.

Baca Juga: Melihat Kaitan Absurd dari Israel-Turki dalam Konfrontasi Armenia-Azerbaijan

Aliyev juga mengungkap, para pasukan Azerbaijan telah mengendalikan penuh sejumlah kota dan desa usai mengakhiri pendudukan pasukan Armenia. 

Meski demikian, Aliyev tetap mengecam serangan roket yang dilancarkan militer Armenia ke kota Ganja, Azerbaijan. Dalam berita sebelumnya, Senin (12/10/2020), dilaporkan jika sebuah rumah sakit darurat rusak parah terkena serangan roket pasukan Armenia. 

Tak cuma itu, sejumlah rumah di pemukiman warga sipil Ganja juga ikut hancur karena serangan roket Armenia. Tujuh orang dilaporkan tewas, sementara 34 warga sipil lainnya mengalami luka-luka.

Aliyev tak segan mengatakan, serangan roket militer Armenia adalah simbol keputusasaaan pasukannya yang telah kalah.

"Tentara Azerbaijan berhasil mencapai kemenangan baru setiap harinya. baik di kota atau desa, telah dibebaskan atau diambil alih dari pendudukan (pasukan Armenia) hampir setiap hari. Hari ini, saya bisa mengatakan bahwa sejumlah wilayah berada di bawah kendali penuh kami," ujar Aliyev dalam wawancara dengan saluran televisi Turki, Haber Global.

"Oleh karena itu, Armenia sedang dikalahkan di semua arah garis depan. Dan karena itu, mereka ingin membalas penderitaan dan kekalahannya kepada warga sipil (Azerbaijan). Ini sifat alami mereka, pelaku genosida Khojaly. Kini mereka telah melancarkan serangan ke Ganja," katanya.

Dalam berita sebelumnya, serangan roket militer Armenia terjadi hanya beberapa jam setelah kesepakatan gencatan senjata tercapai.

Menurut laporan Sputnik Newsr, Menteri Luar Negeri Armenia, Zohrab Mnatsakanyan, dan Menteri Luar Negeri Azerbaijan, Elmar Mammadyarov, bertemu di Moskow, Rusia, Sabtu (10/10/2020).

Lihat Sumber Artikel di Viva Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Viva. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Viva.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini