Ferdinand Keluar dari Demokrat, Pengamat Tepuk Tangan

Ferdinand Keluar dari Demokrat, Pengamat Tepuk Tangan Foto: Istimewa

Keluar masuk partai merupakan fenomena biasa dalam dunia politik di Indonesia. Sudah banyak contoh politikus keluar dari satu partai politik dan berganti seragam sebagai anggota partai lain.

Bagi Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin, hadir dan absen dalam politik praktis itu hak setiap individu, termasuk Ferdinand Hutahaean yang memutuskan keluar dari Partai Demokrat dengan alasan perbedaan prinsip soal sikap terhadap UU Cipta Kerja.

Akan tetapi, dalih yang disampaikan politikus tidak selalu sama dengan alasan sebenarnya dia keluar dari satu parpol.

Baca Juga: Tinggalkan Partai AHY, Ferdinand Dituduh Pro Jokowi: Buat Kaum Kadal, Anda Salah..

Baca Juga: Doni Monardo: 60% Dokter Gugur karena Covid-19 Ditulari OTG

"Dalam hal mundurnya Ferdinand bisa saja dari dulu Ferdinand memang sudah tak nyaman di Demokrat," ujar Ujang saat dihubungi, Senin (12/10/2020).

Lantaran sudah lama tak nyaman, menurut Ujang, tak ada pilihan lain bagi Ferdinand selain keluar dari partai yang saat ini dipimpin Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu. Keputusan Ferdinand itu pun harus diapresiasi sebagai keputusan bijak.

Soal untung rugi bagi Demokrat, Ujang melihat masih banyak kader lain Partai Demokrat yang kritis dan vokal terhadap kebijakan pemerintah, khususnya pada UU Cipta Kerja.

"Ini kan soal kenyamanan berpartai, jika sudah tak nyaman ya pasti keluar. Soal alasan mengapa dia keluar, itu dia sendiri yang tahu," pungkas dia.

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini