Perempuan di India Menjerit Akibat Ketidaksetaraan Gender, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Perempuan di India Menjerit Akibat Ketidaksetaraan Gender, Apa yang Sebenarnya Terjadi? Kredit Foto: Getty Images/Yawar Nazir

Pada 2003, undang-undang tersebut diubah dengan meminta para profesional medis bertanggung jawab secara hukum atas penyalahgunaan tes. Namun, meski mewakili kemajuan nominal, ketentuan ini tidak secara signifikan menghalangi penyalahgunaannya dalam praktiknya.

Meskipun diskriminasi berbasis gender terhadap perempuan dan anak perempuan tersebar luas di negara berkembang, India adalah salah satu penyebab terburuknya. Diskriminasi perempuan, yang dimulai di dalam rahim, berlanjut sepanjang hidup perempuan. 

Sebuah survei oleh Thomas Reuters Foundation menemukan bahwa India adalah tempat paling berbahaya keempat di dunia bagi perempuan.

Di India, kekerasan terhadap perempuan dapat terjadi dalam berbagai bentuk. Kejahatan bisa dalam bentuk melempar cairan asam hingga pembunuhan. Ini juga termasuk kekerasan dalam rumah tangga dan pelecehan seksual di tempat kerja.

Menurut para pelaku serangan asam terhadap perempuan, mereka melakukannya dengan alasan terjadi pelanggaran norma budaya. Dana Kependudukan PBB melaporkan bahwa hingga 70 persen wanita menikah berusia 15-49 tahun di India menjadi korban pemukulan atau pemaksaan seks.

Selain itu, di India terdapat tradisi mas kawin, di mana para orang tua harus membayar sejumlah besar uang untuk menikahkan anak perempuan mereka. Ini dianggap sebagai salah satu alasan mengapa anak laki-laki lebih disukai dibanding perempuan.

Tampilkan Semua
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini