Gegara Sanksi Amerika, Huawei Akui Alami Masa Sulit, Sampai Pengaruhi Update Android di HP-nya!

Gegara Sanksi Amerika, Huawei Akui Alami Masa Sulit, Sampai Pengaruhi Update Android di HP-nya! Foto: Unsplash/Omid Armin

Huawei mengaku kesulitan melawan sanksi Amerika Serikat (AS) yang bertujuan memotong aksesnya ke pasokan semikonduktor. Namun, perusahaan tetap mengklaim sanggpup melayani klien jaringan 5G di Eropa.

Melansir pernyataan Eksekutif Senior Huawei di Eropa dari laporan Reuters, Senin (12/10/2020), Huawei mengalami kesulitan sejak Agustus 2020 karena kehilangan akses ke pemasokĀ chip-nya di AS.

"Sejak sanksi AS tahun lalu, produsen semikonduktor AS tak boleh lagi memasok kepada kami; sehingga mitra kami yang sebelumnya tak bisa lagi bekerja sama dengan perusahaan. Sejak Agustus, (keadaan) menjadi semakin sulit," jelas Wakil Presiden Huawei untuk Eropa, Abraham Liu.

Baca Juga: Waspada Penipuan Kartu Prakerja, Jangan Isi Formulir di Link prakerja.vip!

Baca Juga: Lagi-Lagi Donald Trump Sebar Hoaks di Twitter, Sampai Kena Sanksi!

Menurutnya, Washington memeras pembuatĀ chip agar menghindari kerja sama dengan Huawei. Ia pun membantah tuduhan AS yang menyebut peralatan Huawei berisiko menjadi alat mata-mata pemerintah China.

Liu menambahkan, "meski begitu, kami yakin dapat terus melayani pelanggan Eropa di sektor 5G karena banyak persiapan dan investasi di muka (yang Huawei lakukan) dengan teknologi paling canggih."

Di lini bisnis konsumen, Huawei masih mencari solusi pemberian dukungan layanan kepada jutaan pengguna ponselnya. Sebab, Google tak boleh lagi memberi dukungan teknis pada ponsel terbarunya yang menggunakan Android.

"Untuk pelanggan individu, kami melihat kesulitan besar. Ada 90 juta pengguna Huawei di Eropa. Google tidak lagi boleh bekerja sama dengan Huawei, jadi, Google tak lagi merilis pembaruan ponsel pintar Huawei dengan sistem operasi Android. Kami masih mencari solusi" katanya.

Di tengah tekanan AS itu, operator telekomunikasi Eropa, Orange dan Proximus lebih memilih Nokia untuk pembangunan jaringan 5G di Belgia.

Di sisi lain, Anggota Uni Eropa lainnya meningkatkan pengawasan terhadap vendor berisiko tinggi; membuat Huawei mesti menjalani pemeriksaan kritis dan mengarahkan operator Eropa lainnya untuk menghapus Huawei dari jaringannya--menurut para analis.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini