Kim Jong-un Menangis saat Ungkap Kesulitan Rakyat Korea Utara

Kim Jong-un Menangis saat Ungkap Kesulitan Rakyat Korea Utara Foto: Antara/KCNA/via REUTERS

Kim Jong-un penguasa Korea Utara yang dikenal sebagai seorang diktaktor yang dikenal tegas dan kejam. Namun dalam sebuah momen Pimpinan Korea Utara, Kim Jong-un terlihat menitikan air matanya saat menceritakan kesulitan yang dialami negaranya.

Momen emosional itu terjadi pada saat parade militer untuk merayakan 75 tahun berdirinya Partai Buruh di lapangan Kim Il Sung, Pyongyang, Korea Utara.

Baca Juga: Kim Jong-un Pimpin Parade Militer buat Pamerkan Rudal Balistik Antarbenua Supermasif

Kim Jong-un mengungkapkan kesulitan yang terjadi di Korea Utara dari bencana alam hingga pandemi virus corona.

Ia menyebutkan berbagai bencana alam dar angin topan, banjir, serta corona yang dialami sepanjang tahun menambah kesulitan negaranya tersebut.

Selain itu Korea Utara juga menghadapi sanksi international pimpinan Amerika Serikat (AS) yang membatasi perekonomian mereka.

“Berapa banyak orang yang telah bertahan dan berjuang dengan lingkungan yang sulit tahun ini?” kata diktator muda Korea Utara itu yang tampak menangis.

“Pengabdian patriotik dari tentara Tentara Rakyat kita di depan karantina dan di depan pemulihan bencana alam tidak dapat dirawat tanpa air mata terima kasih. Saya sangat menyesal dan menyakitkan tidak bersama mereka pada malam kemuliaan ini," imbuhnya pada 10 Oktober 2020.

Menurut Fitch Solutions Korea Utara sedang mengalami kontraksi ekonomi terbesar sejak 1997, akibat virus corona yang mengharuskan Kim Jong Un menutup perbatasan maka terjadi banjir yang menghancurkan sebagian besar tanaman.

Dalam kondisi ini, generasi ketiga dari Dinasti Kim tersebut menawarkan kata-kata yang lebih bersahabat kepada Korea Selatan.

Dimana Kim Jong Un berharap bisa 'menggenggam tangan' tetangganya tersebut jika pandemi covid-19 berakhir.

Melansir dari Bloomberg Sabtu (10/10/2020), Kim juga menegaskan jika pemerintahannya akan terus meningkatkan kemampuan tempur mereka.

Peningkatan kemampuan tempur tersebut tak lain untuk mencegah adanya ancaman yang masuk ke wilayahnya.

"Termasuk ancaman nuklir yang secara terus menerus digaungkan oleh kekuatan musuh" jelasnya.

Dalam pidatonya tersebut, Kim Jong Un juga menegaskan jika Korea Utara tidak akan mengeluarkan senjata nuklir untuk pertama kali jika terjadinya konflik.

Namun juga ada negara yang berusaha menyerang Korea Utara, maka kim tidak akan segan-segan untuk mengerahkan senjata terhebatnya dan menghukum para musuh.

Duyeon Kim, peneliti senior di Center for a New American Security di Seoul berkata, pidato Kim kali ini terasa lebih menyejukkan.

"Dia hampir berusaha tidak memprovokasi AS, sambil di saat bersamaan memamerkan keberhasilan negaranya untuk merekatkan persatuan," ujar Duyeon Kim. 

Lihat Sumber Artikel di Pikiran Rakyat Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Pikiran Rakyat. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Pikiran Rakyat.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini