Ujar Menlu Armenia ke Dunia: Azerbaijan Sempat Lakukan Agresi...

Ujar Menlu Armenia ke Dunia: Azerbaijan Sempat Lakukan Agresi... Foto: Antara/REUTERS/Stringer

Menteri Luar Negeri (Menlu) Armenia Zohrab Mnatsakanyan mencatat bahwa Azerbaijan melanggar perjanjian gencatan senjata dengan melanjutkan serangannya terhadap Nagorno-Karabakh atau disebut wilayah Artsakh.

Hal itu terjadi ketika Azerbaijan melancarkan serangan meski gencatan senjata telah disepakati antara Armenia dan Azerbaijan.

Baca Juga: Armenia-Azerbaijan Akhirnya Sepakat Gencatan Senjata Setelah...

"Gencatan senjata yang diumumkan dalam pernyataan bersama tanggal 9 Oktober di Moskow harus dihormati dan dilaksanakan," ujar Mnatsakanyan dalam cicitan di akun Twitter terverfikasinya, Ahad (11/10/2020) dilansir laman Armen Press.

"Azerbaijan terus menyerang Nagorno Karabakh setelah pukul 12 siang hari ini, melanggar komitmen mereka. Stepanakert dibom sekarang. Ini adalah agresi yang keji," ujarnya menambahkan.

Meskipun kesepakatan gencatan senjata dicapai antara Menteri Luar Negeri (Menlu) Armenia dan Azerbaijan di bawah mediasi Menlu Rusia di Moskow, Azerbaijan terus mengebom Stepanakert, ibu kota Artsakh.

Menlu Armenia, Rusia dan Azerbaijan mengumumkan tentang gencatan senjata kemanusiaan mulai 10 Oktober pukul 12.00 yang ditujukan untuk pertukaran tawanan dan tubuh korban di bawah mediasi ICRC.

Rusia telah mensponsori bersama pembicaraan perdamaian di Nagorno-Karabakh bersama dengan Amerika Serikat dan Prancis sebagai ketua bersama dari apa yang disebut Minsk Group.

Kelompok yang bekerja di bawah naungan Organisasi untuk Keamanan dan Kerja Sama di Eropa ini sebelumnya belum menghasilkan kesepakatan apa pun.

Namun, pasukan Azerbaijan melakukan upaya infiltrasi sabotase-pengintaian ke arah Hadrut. Tentara Pertahanan Artsakh telah menghilangkan serangan itu.

Pembela Hak Asasi Manusia Armenia Arman Tatoyan merilis rekaman yang menunjukkan tentara bayaran-teroris digunakan oleh Azerbaijan melawan Artsakh. Armen Press melaporkan Tatoyan mengunggah rekaman itu di halaman Facebooknya.

"Bukti tak terbantahkan tentang fakta bahwa Azerbaijan menggunakan teroris bayaran untuk melawan Artsakh. Para teroris bayaran ini melakukan kekejaman dan kejahatan perang. Mereka mengungkapkan keinginan terbuka untuk melanjutkan aksi teror mereka di negara lain," tulisnya.

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini