Yahudi Lebih Sedikit dari Islam, tapi Kenapa Mereka Kuat?

Yahudi Lebih Sedikit dari Islam, tapi Kenapa Mereka Kuat? Foto: Antara/REUTERS/Carlo Allegri

Saat KTT OKI di Malaysia, Oktober 2003, PM Malaysia ketika itu, Mahathir Mohamad, sudah mengingatkan bahwa Yahudi memerintah dunia dengan proksi, melalui tangan negara-negara besar. Kata Mahathir: "The European killed six million Jews out of 12 million. But today the Jews rule this world by proxy."

Kaum Yahudi internasional marah atas pidato Mahathir dan menyerukan boikot terhadap Malaysia. Namun, usaha Yahudi itu tak berhasil.

Baca Juga: Enaknya Pemukim Yahudi Ingin ke Masjid Al-Aqsa Dapat Kawalan Polisi

Banyak kepala negara/pemerintahan Barat marah kepada Mahathir. PM Autsralia ketika itu, John Howard langsung menyerang Mahathir, seraya menyebut ungkapan Mahathir “berbahaya dan menjijikkan”.

Melalui pidatonya, Mahathir sebenarnya bermaksud mengajak umat Islam merenungkan kembali posisi mereka. Mengapa sebagai umat besar tidak dapat berbuat banyak.

Dia kemudian membandingkan dengan Yahudi, yang selama 2000 tahun ditindas, lalu berhasil bangkit, menggunakan strategi mengandalkan "otak" dan ilmu pengetahuan.

Dari segi jumlah, dibandingkan dengan Islam dan Kristen, Yahudi sangat kecil. Dalam Atlas of The World"s Religions, disebutkan jumlah pemeluk agama Yahudi 15.050.000.

Meskipun demikian, mereka adalah para pekerja tangguh dan memiliki perencanaan jelas dalam pergerakan mewujudkan negara Israel. 

Dalam Kongres Zionis I di Basel, 1897, pendiri Zionisme modern, Theodore Herzl, sudah mencanangkan berdirinya negara Yahudi, 50 tahun kemudian. Rancangan itu terwujud dengan berdirinya negara Israel 14 Mei 1948. 

Dalam pidatonya, Mahathir sebenarnya menekankan umat Islam belajar dari sejarah Yahudi. Bagaimana bangsa kecil yang mengalami penindasan 2000 tahun ini berhasil survive dan bahkan kemudian menjadi salah satu kekuatan dunia (world power).

Ia menekankan, Yahudi selamat lebih karena menggunakan "otak", dan bukan hanya kekuatan fisik. 

Bagian pidato Mahathir yang sangat menohok bangsa Yahudi adalah pernyataannya, bahwa Yahudi bukanlah bangsa yang tak dapat dikalahkan Kata Mahathir,

"Inilah saatnya kita berhenti sejenak dan berpikir. Jika kita dapat berhenti sejenak dan berpikir, kemudian kita mampu menghasilkan satu rencana, satu strategi yang dapat mengantarkan kita pada kemenangan akhir."

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini