SBY Dituding Otak Demo Tolak UU Ciptaker, Elite-elite Demokrat Kompak Naik Pitam

SBY Dituding Otak Demo Tolak UU Ciptaker, Elite-elite Demokrat Kompak Naik Pitam Foto: Sufri Yuliardi

Nama Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY, disebut-sebut sebagai dalang demo penolakan Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) yang berbuntut rusuh di beberapa daerah. Ketua Majelis Tingginya dituding seperti itu, para kader Partai Demokrat, naik pitam. Mereka mengancam akan melaporkan si pembuat fitnah itu, ke polisi. 

Yang pertama menyebut SBY dalang demo adalah akun @digeeembokFC pada 6-10 Oktober 2010 atau saat demo penolakan UU Ciptaker terjadi di beberapa daerah. Akun ini mengunggah cuitan yang menyudutkan SBY dan Partai Demokrat dengan tagar CikeasBandarDemo, PapaNobitaKebeletKuasa, dan BahayaLatenGuritaCikeas.

Kemudian, Kamis (8/10/2020), politikus PDIP Dewi Tanjung juga ikutan menuding SBY di belakang demo-demo penolakan UU Ciptaker.

Baca Juga: Era SBY Peran JK Sangat Besar, Dampingi Jokowi Malah Samar-samar

"SBY, lebih baik uangnya dipake bikin project lagu aja daripada buat bayar orang berdemo. Uops Nyai keceplosan," cuitnya melalui akun @DTanjung15 yang disertai unggahan video berdurasi 1 menit 23 detik yang nyindir SBY.

Dewi meminta SBY maupun Partai Demokrat bertanggung jawab atas kerusuhan dan kerusakan yang terjadi. Kabar yang dia dapat, demo 411 juga didalangi Cikeas. Mengingat polanya sama, dan mudah dibaca.

Mendapat serangan ini, Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Demokrat Ossy Dermawan meminta agar sejumlah pihak tidak asal tuduh. "Karena fitnah lebih kejam dari pembunuhan. Sebaiknya, anda meminta maaf kepada Allah SWT, Tuhan YME," pesan @OssyDermawan. 

Tak sampai di situ, Ossy membuat pernyataan resmi. Dia menegaskan, demo penolakan UU Ciptaker bukanlah inisiasi Partai Demokrat. Menurutnya, tuduhan seperti itu hanya melecehkan buruh, mahasiswa, dan elemen masyarakat lain yang turun ke jalan.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini