Tingkatkan Kualitas SDM Pertanian, Kementan Transformasi SMK PP Jadi Politeknik

Tingkatkan Kualitas SDM Pertanian, Kementan Transformasi SMK PP Jadi Politeknik Kredit Foto: BPPSDMP

Presiden Joko Widodo mengatakan, Indonesia perlu melakukan perombakan besar-besaran mengenai kualitas sumber daya manusia (SDM) di segala sektor, tak terkecuali sektor pertanian.

Untuk meningkatkan kualitas SDM pertanian, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menjelaskan bahwa Kementerian Pertanian (Kementan) berupaya melalui peningkatan kualitas pendidikan vokasi.

Baca Juga: Mentan SYL Sampaikan Kunci Sukses pada 1.258 Mahasiswa Politeknik Kementan

"Pendidikan vokasi punya peran penting hasilkan petani milenial yang berjiwa entrepeneur. Melalui pendidikan vokasi, kita menghubungkan dengan industri-industri agar lulusannya sesuai dengan kebutuhan dan siap untuk hal-hal yang baru," jelas pria yang akrab disapa SYL ini dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (10/10/2020).

Mentan pun menambahkan, pendidikan vokasi saat ini berada di era yang baru di mana pendidikan vokasi menjadi jawaban atas kebutuhan akan SDM pertanian yang andal karena sekarang tidak hanya mengajarkan.

"Pendidikan vokasi mampu menyatukan antara intelektual dengan karakter. Kekuatan karakter sangat penting karena akan membuatnya menjadi seorang yang kuat, mampu bertarung, dan mampu mencari jalan keluar terhadap segala tantangan yang ada," tambah Mentan.

Senada dengan Mentan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menegaskan bahwa pendidikan vokasi Kementan akan menghasilkan qualifies job seeker dan job creator. Saat ini, Kementan memiliki UPT Pendidikan Pertanian di bawah BPPSDMP yang tersebar di seluruh Indonesia.

"UPT Pendidikan Pertanian tersebar di beberapa lokasi di Indonesia, di antaranya Polbangtan Medan, Polbangtan Bogor, Polbangtan Yoma, Polbangtan Malang, Polbangtan Gowa, Polbangtan Manokwari, PEPI Serpong, dan SMK-PP Sembawa, SMK-PP Banjarbaru, serta SMK-PP Kupang," jelas Dedi.

Untuk  mewujudkan komitmennya untuk melahirkan petani muda generasi milenial, Kementan terus melakukan transformasi. "Di tahun 2020 ini, kami sedang melakukan transformasi SMKPP menjadi Polbangtan, yakni SMKPP Banjarbaru dan SMKPP Sembawa. Dengan adanya transformasi tersebut, dibutuhkan Visi dan Misi baru untuk Polbangtan Sembawa dan Polbangtan Banjarbaru agar dapat berkembang sesuai dengan kekhasan dan potensinya masing-masing," jelas Dedi.

Dalam rangka  proses transformasi, Jumat, 9 Oktober 2020, BPPSDMP menyelenggarakan pertemuan virtual bersama para ahli atau narasumber, Profesor, Direktur Polbangtan lingkup Kementerian Pertanian, dan Kepala SMK-PP Sembawa serta Kepala SMK-PP Banjarbaru yang membahas Visi dan Misi Polbangtan Sembawa dan Polbangtan Banjarbaru. Pertemuan ini dilakukan untuk merancang Visi dan Misi serta Tujuan Polbangtan Sembawa dan Banjarbaru.

Kepala Pusat Pendidikan, Idha Widi Arsanti, menjelaskan, diskusi ini membahas rancangan Visi, Misi, serta Tujuan Polbangtan Sembawa dan Banjarbaru. Seluruh UPT Pendidikan Pertanian tersebut dibangun dan dikembangkan berdasarkan kekhasan dan potensi wilayahnya masing-masing.

Sebagai contoh, ada Polbangtan Medan sebagai School of Coffee; PEPI School for Agriculture Engineering Manager; Gowa and Manokwari School of Cocoa Technologies; Bogor dan Malang School of Livestock Specialist; Magelang, Vocational Institute of Animal Nutrition; Sembawa Palm and Rubber Plantation Technology; Yogyakarta Biopharmaca Polytechnic; Banjarbaru Healthy Vegetables Vocational Study; Kupang School of Tropical (Dry Land) Farming; Malang Sugarcane Institute.

"Untuk Polbangtan Sembawa memiliki kekhasan berdasarkan potensi wilayah dan komoditas budi daya tanaman perkebunan dan peternakan berorientasi ekspor. Sementara, kekhasan Polbangtan Banjarbaru, berdasarkan potensi wilayah dan komoditas, adalah budi daya tanaman perkebunan dan hortikultura di lahan rawa," tambah Santi.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini