Mulia Banget, Bintang Sinetron Ini Kirim Ambulans Buat Bantu Peserta Aksi Tolak Omnibus Law

Mulia Banget, Bintang Sinetron Ini Kirim Ambulans Buat Bantu Peserta Aksi Tolak Omnibus Law Foto: (Foto: Okezone)

Aksi demonstrasi penolakan UU Cipta Kerja (Ciptaker) belum lama ini berlangsung di berbagai wilayah. Menanggapi aksi itu, Teuku Wisnu mengimbau para demonstran tetap menjaga kesehatan di tempat unjuk rasa.

Tak hanya imbauan, Teuku Wisnu juga mengirimkan 2 ambulan beserta 9 tenaga medis di Gedung DPRD Malang, Jawa Timur. Suami Shireen Sungkar tersebut mengaku sengaja menyediakan kendaraan itu untuk berjaga-jaga kalau ada demonstran yang terluka.

"Kemarin, saya mendapat kabar dari rekan saya di Malang. Mungkin sama dengan kota lain," tulis Teuku Wisnu.

Baca Juga: Dituduh Tunggangi Aksi Tolak Omnibus Law, Demokrat Marah: Fitnah Tak Berdasar!

Baca Juga: PWI Minta Kapolri Turun Tangan Kasus Penganiayaan Wartawan saat Meliput Demo Omnibus Law

"Mendengar kabar tersebut, tidak menunggu lama, kami langsung tergerak untuk mengerahkan 2 unit Ambulance," lanjut Teuku Wisnu dalam akun Instagram pribadinya, @teukuwisnu pada Jumat 9 Oktober 2020.

Membantah rumor yang beredar, Teuku Wisnu dengan tegas mengutarakan bahwa aksinya ini bukan karena adanya tujuan yang terselubung.

"Bukan atas dasar sesuatu, aksi ini murni untuk bisa sedikit membantu mengamankan kondisi saat demo berlangsung," sambungnya.

Terakhir, suami dari pesinetron Shireen Sungkar ini berharap agar kota Malang kembali kondusif setelah gelaran aksi yang berakhir ricuh.

"Semoga Malang bisa kembali tenang dan tidak ada lagi kericuhan yang menimbulkan korban," pungkasnya.

Unggahan ini pun sontak saja mencuri perhatian publik yang kagum terhadap aksi baik Teuku Wisnu.

"Masyaallah bang Wisnu, makasih banyak kami semua sangat terbantu, panjang umur perjuangan," tulis pemilik akun ranggaekaputra1 di kolom komentar.

Seperti diketahui, kericuhan mewarnai demo tolak omnibus law di Kota Malang. Pendemo melempari gedung DPRD dengan batu dan benda-benda lainnya. Massa akhirnya dibubarkan polisi.

Kericuhan berawal saat massa aksi dari berbagai elemen mulai berkumpul di bundaran Tugu, yang lokasinya di depan gedung DPRD dan Balai Kota Malang.

Sekelompok massa di sudut barat laut gedung DPRD Kota Malang mulai merusak kawat berduri yang dipasang untuk mengamankan aksi demo.

Aksi itu kemudian diikuti kelompok massa lain yang mayoritas mengenakan atribut hitam. Setelah kawat berduri bisa disingkirkan, pendemo mulai merangsek maju dan melempari gedung DPRD.

Lihat Sumber Artikel di Pikiran Rakyat Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Pikiran Rakyat. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Pikiran Rakyat.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini