Tokoh Tionghoa: Pak Jokowi, Demi Kemaslahatan Bangsa, Dengarkanlah Kami...

Tokoh Tionghoa: Pak Jokowi, Demi Kemaslahatan Bangsa, Dengarkanlah Kami... Foto: Antara/Reno Esnir

Koordinator Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (Komtak) Lieus Sungkharisma ikut berkomentar terkait aksi penolakan dari sejumlah elemen masyarakat perihal UU Cipta Kerja di sejumlah wilayah Indonesia, yang justru menimbulkan kerugian moral dan material.

Menurut dia, akar dari kekesalan masyarakat adalah kesan tergesa-gesa yang timnbul atas pengesahan UU Ciptaker. Baca Juga: Kisah Perusahaan Raksasa, China Life Insurance, Pebisnis Asuransi Jiwa Nomor Wahid di Tiongkok

Sementara itu, sosialisasi dan serap aspirasi publik untuk UU ini sangat minim. Padahal, di dalam 1.000 halaman lebih draft RUU yang terdiri dari sebelas cluster itu, seperti menyangkut perumahan, perkebunan, pertambangan, peternakan, transportasi, energy, buruh/pekerja, pendidikan bahkan label halal dan lain-lain, masih banyak pasal-pasal yang kontroversial, tidak jelas dan multifatsir. Baca Juga: Geger Tagar #GakPercayaJokowi, Eh Anies Dipuji-puji: Ini Pemimpin Sesungguhnya

“Jadi pengesahan UU ini sangat terburu-buru, sementara tak ada penjelasan yang memadai baik dari pemerintah maupun DPR kepada rakyat. Wajar saja kalau rakyat kemudian menolak,” katanya, seperti dilansir, RMOL, Jumat (8/10).

Lanjutnya, ia mengaku sependapat dengan NU dan Muhammadiyah serta sejumlah tokoh agama yang menolak disahkannya UU Cipta Kerja. Baginya, penolakan ormas dan masyarakat adalah hal yang wajar terjadi.

“Tanpa sosialisasi yang memadai, wajarlah kalau masyarakat berpendapat UU ini memang berpotensi mengancam dan merampas ruang hidup rakyat kecil,” sambung Lieus.

Selanjutnya
Halaman

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini