Pangeran Arab Saudi Kritik Palestina Karena...

Pangeran Arab Saudi Kritik Palestina Karena... Foto: Reuters/Stringer

Mantan Kepala Badan Intelijen Arab Saudi sekaligus mantan Duta Besar (Dubes) Saudi di Amerika Serikat, Pangeran Bandar bin Sultan bin Abdulaziz, menyebut Kerajaan Saudi harus tetap mendahulukan kepentingan dan keamanan dalam negeri sekalipun ketika mendukung kemerdekaan Palestina.

Dalam wawancara ekslusifnya dengan televisi Saudi, Al Arabiya, seperti dikutip kantor berita Reuters, Pangeran Bandar melontarkan kritikannya terhadap para pemimpin Palestina.

"Kita tengah berada di posisi mengkhawatirkan, bagaimana menghadapi tantangan dari Israel untuk membela Palestina. Tapi sebelumnya, kita harus perhatikan kepentingan dan keamanan dalam negeri," ujarnya dalam wawancara yang ditayangkan Rabu (7/10/2020) tersebut.

Baca Juga: Hampir Seminggu Umrah Dibuka tanpa Ada Kasus Corona Baru, Arab Saudi Puji Para Jemaah

Dalam wawancara sebelumnya, Pangeran Bandar mengkritik para pemimpin Palestina yang menentang keputusan sejumlah negara dalam menormalisasi hubungan dengan Israel. Seperti Uni Emirat Arab (UEA) yang menormalisasi hubungan dengan Israel pada Agustus. Juga Bahrain, sekutu dekat Saudi, yang mengikuti langkah UEA pada September.

Pangeran Bandar menyayangkan sikap para pemimpin Palestina yang dinilainya tidak adil. Misalnya ketika Iran dan Turki membuka hubungan diplomatik dengan Israel, Palestina malah sangat menghormati kedua negara tersebut.

Namun sikap sebaliknya malah ditunjukkan, bila hal itu dilakukan Saudi atau negara-negara kawasan Teluk.

"Turki menduduki Libya dan ingin membebaskan Yerusalem dengan menarik duta besarnya dari UEA. Lalu Iran ingin membebaskan Yerusalem, melalui (pemberontak) Houthi di Yaman, atau melalui Hizbullah di Lebanon dan Suriah," kritiknya.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini