Pertamina: Kilang Cilacap Sumbang Sepertiga Kebutuhan BBM Nasional

Pertamina: Kilang Cilacap Sumbang Sepertiga Kebutuhan BBM Nasional Foto: Muhamad Ihsan

Kilang Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Refinery Unit (RU) IV Cilacap yang genap 5 tahun beroperasi telah menyumbang sebesar sepertiga kebutuhan BBM nasional. Proyek yang bernilai investasi sebesar Rp11 triliun itu merupakan kilang paling strategis karena menjadi penyuplai kebutuhan BBM Nasional.

Unit Manager Communication, Relations, dan CSR Pertamina RU IV Cilacap, Hatim Ilwan, mengatakan bahwa RFCC merupakan unit kilang yang memanfaatkan teknologi katalis untuk mengonversi minyak berat atau residu, baik atmosferik maupun vacuum residue oil menjadi produk lebih bernilai.

Baca Juga: Lewat Skema KPBU, Pertamina Gandeng PII untuk Program Energi

"Dalam hal ini utamanya gasolin dan beberapa produk lain seperti LPG dan propilin," kata Hatim dalam keterangan tertulis, Kamis (8/10/2020).

RFCC merupakan bagian dari peta jalan pengembangan kilang Pertamina demi memenuhi kebutuhan pasar dan tuntutan teknologi kendaraan di masa mendatang. Dengan beroperasinya RFCC, produksi Premium dari Kilang Cilacap naik dari 61.000 barrel per hari menjadi 91.000 barrel per hari.

"Angka ini mampu mendongkrak total kapasitas produksi Pertamina RU IV sebesar 17,8% hingga mencapai level 348 ribu barel per hari. Kondisi ini menumbuhkan optimisme pemerintah Indonesia terbebas dari impor BBM," kata Hatim.

Hatim menuturkan, saat resmi beroperasi 100%, unit kilang RFCC ini mampu memproduksi HOMC sekitar 37.000 barel per hari, LPG 1.066 ton per hari, dan 430 ton per hari produk propilin.

"RFCC yang disusul kilang-kilang pengembangan lainnya di RU IV Cilacap menjadi simbol ketahanan dan kemandirian energi negeri," tutur Hatim.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini