Le Minerale Hidupkan Gerakan Ekonomi Sirkular di Pulau Komodo

Le Minerale Hidupkan Gerakan Ekonomi Sirkular di Pulau Komodo Foto: Le Minerale

Sejumlah pihak terus mendorong perkembangan ekonomi sirkular di dalam negeri. Salah satu merek air minum dalam kemasan, Le Minerale, menginisiasi gerakan mengumpulkan, memilah, dan mengolah sampah plastik dari Pulau Komodo menjadi produk baru yang bernilai ekonomi tinggi dan memberi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat sekaligus menjaga lingkungan.

Sustainability Director PT Tirta Fresindo Jaya, Ronald Atmadja, mengatakan bahwa Le Minerale memiliki komitmen tinggi mendukung upaya pemerintah dan ingin berkontribusi sebesar-besarnya mengelola sampah plastik.

Baca Juga: Le Minerale dan TNI AU Lakukan Bersih-Bersih Pantai Tanjung Kait

"Saat ini, kami sedang menyusun roadmap sustainability plastik. Mulai dari bahan baku sampai sampah akan dikelola dengan baik dan mendukung kelestarian lingkungan," ucap Ronald.

Ia mengatakan bahwa botol dan galon Le Minerale terbuat dari plastik PET yang dapat didaur ulang dan tidak mencemari lingkungan. "Le Minerale bersama KLHK sedang intens menjalin kerja sama untuk Bergerak Bersama," ucapnya.

Dalam menjalankan gerakan tersebut, Le Minerale bekerja sama dengan Indonesian Waste Platform (IWP) dan Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI). IWP bertugas melakukan edukasi kepada masyarakat Pulau Komodo, serta mengumpulkan dan memilah sampah plastik. Sementara, ADUPI berperan dalam pengolahan sampah plastik menjadi produk baru yang bernilai ekonomi tinggi.

"Diharapkan dengan kerja sama ini permasalahan sampah plastik di Pulau Komodo mendapat solusi terbaik dan masyarakat pun mendapat nilai tambah. Dengan menjaga lingkungan, ekonomi masyarakat dari sektor pariwisata juga terjaga," jelasnya.

Aksi gerakan ini pun mendapat apresiasi dari pemerintah. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan  Siti Nurbaya menyatakan, pemerintah mendukung penuh partisipasi para penggagas konversi sampah menjadi material yang memiliki manfaat berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungannya.

"Pemerintah menghargai setinggi-tingginya mereka yang menggerakkan sebanyak mungkin orang untuk mengurai sampah menjadi salah satu mata rantai dari konsep ekonomi sirkulasi," kata Siti.

Ia menegaskan bahwa pemerintah akan selalu mendukung semua pihak penyelenggara ekonomi sirkulasi dari sampah ini, terutama sampah plastik, yang sering dituding sebagai material pencemar lingkungan.

"Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengucapkan terima kasih, khususnya untuk PT Tirta Fresindo Jaya yang tidak hanya berproduksi dengan menggunakan bahan plastik, tetapi juga berinovasi memperlihatkan rasa tanggung jawabnya dengan beragam inisiatif, khususnya tentang pengelolaan serta pemanfaatan sampah plastik," tambahnya.

Sustainability Manager Le Minerale, Febri Hutama, menambahkan, kerja sama ini akan terus membesar dan bekerja sinergis, bukan hanya mengelola plastik sampah kemasan Le Minerale, melainkan juga merek-merek lain.

"Dengan pendekatan ekonomi sirkular, sampah plastik yang semula kita pandang sebagai masalah justru mendatangkan rezeki dan berkah. Karena selain menjaga lingkungan, dapat memberi nilai tambah bagi masyarakat," pungkasnya.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini