Mau Produksi Blockchain, Google Cloud Merapat ke EOS

Mau Produksi Blockchain, Google Cloud Merapat ke EOS Foto: Unsplash/Hitesh Choudhary

Google Cloud telah bergabung dengan komunitas blockchain EOS dengan tujuan menjadi produsen blok. Ini akan membutuhkan persetujuan komunitas EOS.

EOS, yang sering dikritik karena sentralisasi yang berlebihan, memiliki total 21 produsen blok. Dalam siaran pers perusahaan, pengembang dan advokat Google Cloud, Allen Day, mengonfirmasi bahwa perusahaannya memulai proses menjadi produsen blok.

"Saat organisasi mulai memasukkan teknologi buku besar terdistribusi ke dalam infrastruktur mereka, kami berkomitmen untuk memastikan bahwa informasi pada blockchain publik disimpan dengan aman, tersedia dengan andal, dan dapat diakses dengan cara yang berarti," kata Allen dikutip dari Cointelegraph, Rabu (7/10/2020).

Baca Juga: Trump Tahan Stimulus, Harga Bitcoin Terjun Bebas

Baca Juga: Mesir Terjungkal ke Jurang Resesi, Warganya Berbondong-bondong Berburu Kripto

Dalam dokumen yang sama, CEO Block One Brendan Blumer menyatakan bahwa EOS bertanggung jawab atas sebagian besar aktivitas blockchain publik meskipun dia tidak menentukan kriteria yang digunakan untuk mencapai simpulan itu.

"Dengan sebagian besar aktivitas blockchain publik global, EOS adalah solusi yang ampuh bagi siapa saja yang ingin memanfaatkan ekosistem terdesentralisasi dengan mudah," kata Brendan.

Block One juga mengumumkan bahwa mantan eksekutif Goldman Sachs bernama R Martin Chavez akan memimpin dewan penasihat perusahaan.

Block One, perusahaan di belakang EOS, pada awalnya didirikan bersama oleh calon presiden independen saat ini, Brock Pierce--meskipun calon politisi tersebut dikeluarkan dari perusahaan beberapa tahun lalu. Sepanjang kariernya, Pierce telah terlibat dalam sejumlah kontroversi.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini