Omnibus Law Gak Penting, Pengamat: Gimana Investor Mau Masuk Jika Kasus Covid Tinggi?

Omnibus Law Gak Penting, Pengamat: Gimana Investor Mau Masuk Jika Kasus Covid Tinggi? Foto: Sufri Yuliardi

Pengamat Indef Bhima Yudhistira menilai pengesahan UU Omnibus Law Cipta Kerja tidak terlalu penting di tengah pandemi Covid-19 saat ini. 

Menurut dia, hal yang seharusnya menjadi fokus utama adalah penanganan virus corona yang masih mengancam keselamatan banyak orang. Baca Juga: RI Punya Omnibus Law, Ssttt...Bocoran dari Pengusaha: Investor Asing Happy

Jelasnya, para investor pasti akan berpikir ulang untuk berinvestasi di Indonesia. Sebab, sambung dia, penanggulangan Covid-19 dari pemerintah tak dapat terbilang baik. Baca Juga: Ini Dia Kronologi Demo Tolak Omnibus Law yang Berujung Ricuh di Bandung

“Pandemi harusnya menjadi fokus. Mana ada investor mau masuk ke Indonesia kalau lihat kasus penularan covid-19 masih tinggi dan banyak negara menutup pintu masuk untuk WNI?” ujarnya, Selasa (6/10/2020).

Lebih lanjut, ia mengatakan, masa pandemi membuat investor tidak tertarik masuk ke Indonesia lantaran daya beli masyarakat menurun.

Selain itu, mobilitas yang terganggu dan kapasitas produksi industri menurun cukup menjadi alasan calon investor mengurung niat.

“Itu kan sangat gamblang. Tapi pemerintah malah sibuk dari awal bahas Omnibus Law,” jelasnya.

Sementara itu, data Terbaru Covid-19, Selasa (6/10), berjumlah 311.176 kasus positif.

Halaman: 

1

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini