Kacau, Jenderal Armenia Sampai Merengek-rengek Minta Bantuan AS

Kacau, Jenderal Armenia Sampai Merengek-rengek Minta Bantuan AS Foto: Antara/REUTERS/Mike Blake

Meskipun mengklaim telah berhasil memukul mundur pasukan militer Azerbaijan di sejumlah titik di Nagorno-Karabakh, Kementerian Pertahanan Armenia tetap menyimpan kekhawatiran terkait dampak yang ditimbulkan perang. Berdasarkan perhitungan ini Armenia meminta dukungan Amerika Serikat (AS).

Dalam berita, Senin (28/9/2020), Armenia lewat Menteri Luar Negeri, Zohrab Mnatsakanyan, secara resmi meminta dukungan Amerika. Mnatsakanyan meminta Angkatan Bersenjata AS (US Armed Forces) membantu pasukan Armenia dalam perlawanan terhadap armada militer Azerbaijan yang didukung Turki.

Baca Juga: Terkuak, Ini Kekuatan Sesungguhnya Azerbaijan yang Bisa Lenyapkan Armenia dalam Hitungan Hari

Permintaan Mnatsakanyan memang belum direstui oleh AS. Presiden AS, Donald Trump, memang sudah menjawab permintaan Mnatsakanyan. Akan tetapi, Trump yang saat itu belum terinfeksi COVID-19, hanya mengatakan pihaknya akan mengamati perkembangan konflik di wilayah perbatasan.

"Kami melihatnya dengan sangat cermat. Kami memiliki banyak hubungan baik di bidang itu, kami akan melihat apakah kami dapat menghentikannya," ucap Trump dikutip dari Sputnik News.

Yang terbaru, Menteri Pertahanan Armenia, Letnan Jenderal David Tonoyan, kembali menyampaikan permintaan lagi kepada AS.

Dalam pertemuan langsung dengan Duta Besar AS untuk Armenia, Lynne Tracy, Senin (5/10/2020), Tonoyan menjelaskan dampak kerusakan akibat perang yang hingga saat ini masih berlangsung.

"Pada pertemuan hari ini di Yerevan, Menteri Pertahanan Armenia, David Tonoyan, memperingatkan Duta Besar AS untuk Armenia, Lynne Tracy, bahwa jika pertempuran di sepanjang perbatasan Artsakh-Azerbaijan terus berlanjut seperti saat ini, seluruh wilayah akan menderita akibat bencana," bunyi pernyataan Kementerian Pertahanan Armenia.

Setelah menyatakam hal tersebut, Tracy dikabarkan hanya menyampaikan keprihatinannya atas konflik bersenjata yang terjadi. Sementara, Tonoyan memberikan tuduhan jika pihak Azerbaijan sama sekali tidak peduli dengan situasi perang yang terus mengganas.

"Duta Besar Tracy, menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh kementerian (pertahanan) menyatakan keprihatinannya atas masalah kemanusiaan yang belum terselesaikan selama permusuhan antara Armenia dan Azerbaijan," bunyi pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Armenia.

Lihat Sumber Artikel di Viva Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Viva. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Viva.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini