Kisah Perusahaan Raksasa: Bank of China, Taipan China Bagian dari Big Four Global

Kisah Perusahaan Raksasa: Bank of China, Taipan China Bagian dari Big Four Global Foto: Reuters

Hingga dasawarsa 2000-an, BOC telah beroperasi di Hong Kong melalui sekitar 12 bank yang berbeda dan operasi kartu kredit, dengan sedikit atau tanpa koordinasi di antara mereka. Namun, pada 2001, BOC menggabungkan perusahaan-perusahaan ini menjadi satu kesatuan yang bersatu, Bank of China (Hong Kong) Ltd. Bank baru tersebut sekarang menjadi bank terbesar kedua di Hong Kong, setelah HSBC. 

Setelah lebih dari satu tahun dihabiskan untuk mengintegrasikan operasinya, BOC Hong Kong siap untuk tahap selanjutnya dalam pengembangan BOC, yakni melakukan penawaran umum (initial public offering/IPO).

Bernilai lebih dari 2,8 miliar dolar AS, dan kelebihan permintaan sekitar 7,5 kali, IPO BOC Hong Kong menandai tonggak baru bagi sistem perbankan China. Perusahaan kemudian menyandang gelar bank milik China pertama yang go public.

Sementara pada 2004, BOC telah mengakui rencananya untuk go public, menunjukkan bahwa IPO-nya dapat dilakukan paling cepat pada 2005 jika memenuhi jadwal restrukturisasi sendiri. Sebagai bagian dari langkah menuju pencatatan saham secara publik, BOC terus menekan tingkat pinjaman bermasalah yakni dengan menjual 10 persen saham di BOC Hong Kong pada Desember 2003. Penjualan itu mengurangi kepemilikan BOC di anak perusahaannya di Hong Kong menjadi hanya 66 persen.

1024px-BOC_International_%28China%29_Limited_342.JPG

BOC tampaknya semakin mendekati IPO-nya pada 2004, terutama setelah menerima suntikan dana besar-besaran. Kabarnya dana raksasa itu didapat dari cadangan devisa negara yang sangat besar. Tujuannya, mengurangi secara signifikan tingkat kredit yang macet. Bank juga mengumumkan secara aktif mencari investor strategis sebagai bagian dari proses go public. 

Menyongsong persaingan internasional yang akan datang, BOC juga terus memperluas jaringan perbankan luar negerinya sendiri. Pada April 2004 misalnya, BOC mengumumkan niatnya untuk membuka kantor cabang di Bahrain, menandai masuknya ke pasar Timur Tengah.  Dengan aset mendekati 500 miliar dolar AS, Dewan Komisaris berjanji untuk tetap menjadi pemain utama di panggung perbankan internasional.

Sebagai bank tertua dari daratan China, BOC pada 2009 diakui sebagai lembaga penyedia pinjaman terbesar kedua di China. Status ini tetap disandangnya hingga saat ini. Statusnya sejalan dengan semakin kuatnya posisi di lintas benua. BOC cabang New York, AS pada 2010 mulai menawarkan renminbi (yen) kepada orang-orang Amerika. 

Di bawah kendali Liu Liange, BOC mengklaim ingin menjadi pemberi pinjaman global andalan China. Strategi Belt and Road Initiative China menjadi dorongan besar bagi bank-bank China dan BOC menjelma bank global. Strategi ini nyatanya menyediakan dana 160 miliar dolar AS ketika diluncurkan pada 2013. 

de3bf6f421f848bf80eca1d4414895ca.jpg

Meskipun jadi yang paling bontot di antara "Big Four"-nya China, BOC mencatatkan capaian positif pada operasional 2018. Pendapatan tahunan perusahaan meningkat 10,6 persen menjadi 127,71 miliar dolar AS. Sementara asetnya sendiri tetap berada di atas 3 triliun dolar AS. Dengan begitu, posisinya dalam Global 500 Fortune di tahun operasional 2019 ada di nomor 44 dunia. 

Hingga 2020, posisi BOC nyatanya membaik. Berbekal peningkatan pendapatan sebesar 5,8 persen dari 127,71 miliar dolar menjadi 135,09 miliar dolar AS menjadikannya naik satu peringkat ke nomor 43 dalam Global 500 Fortune. Asetnya sedikit bertambah ke angka 3,26 triliun dolar AS.

Tampilkan Semua
Halaman

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini