Mujur Tak Boleh Diraih Malang Tak Boleh Ditolak, Covid Malah Bikin 2 BUMN Farmasi Buntung Triliunan

Mujur Tak Boleh Diraih Malang Tak Boleh Ditolak, Covid Malah Bikin 2 BUMN Farmasi Buntung Triliunan Kredit Foto: Sufri Yuliardi

Dalam kesempatan itu, Honesti meluruskan persepsi yang menilai bahwa industri kesehatan dan farmasi menjadi salah satu sektor yang tidak terdampak pandemi Covid-19. Honesti bilang, meski tidak separah sektor bisnis lainnya, bisnis farmasi pun cukup terdampak akibat penyebaran Covid-19.

Sementara itu, Direktur Utama Indofarma Arief Pramuhanto menyebut, ada konsumsi produk farma atau obat-obatan yang mengalami kenaikan sejak terjadinya penyebaran Covid-19. Meski begitu, ada jenis farma yang tidak terkait dengan virus justru mengalami penurunan.

"Farma yang terkait dengan covid-19 mengalami kenaikan, tapi yang tidak terkait dengan covid-19 mengalami penurunan," kata dia.

Baca Juga: Luhut, Menteri Pemberi Perintah, Suruh Bos Bio Farma Segera Produksi PCR-Rapid Test

Karenanya, Arief dan manajemen perseroan lainnya akan melakukan penyeimbangan antara konsumsi farma yang menurun dan konsumsi farma yang mengalami kenaikan.

"Kita berharap masih bisa mengimbangi penurunan dari yang non-Covid-19, mudah-mudahan bisa dibantu dari kenaikan yang sifatnya terkait Covid-19. Baik yang farma maupun yang di alkes," kata dia.

Dia juga mengatakan, penurunan pendapatan juga disebabkan karena ketergantungan dengan tender. Jadi begitu tendernya ada yang hilang, maka Indofarma otomatis ikut kehilangan pendapatan.

Tampilkan Semua
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Okezone Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Okezone. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Okezone.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini