Seseksi Apa Sih Nagorno-Karabakh Sampai Diperebutkan Azerbaijan vs Armenia?

Seseksi Apa Sih Nagorno-Karabakh Sampai Diperebutkan Azerbaijan vs Armenia? Foto: DNA India

Perang antara Azerbaijan kontra Armenia dipicu perebutan kota Nagorno-Karabakh. Kota yang berjarak 270 km dari ibu kota Azerbaijan, Baku, itu memang punya catatan penting yang dapat memicu perselisihan.

Meski masuk wilayah Azerbaijan namun wilayah ini memang mayoritas dihuni etnik Armenia. Bahkan penduduk entik Armenia sempat memproklamirkan kemerdekaan Republik Nagorno-Karabakh pada 10 Desember 1991. 

Namun dunia internasional tidak mengakuinya dan secara de jure Nagorno-Karabakh masih dianggap sebagai bagian dari wilayah Azerbaijan. Perselisihan memperebutkan Nagorno-Karabakh ini juga telah terjadi berkali-kali.

Nagorno-Karabakh sendiri punya ibu kota bernama Stepanakert. Sedangkan bahasa sehari-hari yang digunakan adalah bahasa Hayeren (Armenia). Sedangkan luas wilayah 4.400 kilometer persegi dengan total jumlah penduduk sekitar 145 ribu jiwa. Untuk mata uangnya juga digunakan Dram atau mata uang Armenia.

Baca Juga: Azerbaijan Bakal Berbaik Hati Asalkan Armenia Bisa Penuhi Syarat...

Lalu kenapa daerah ini pantas diperebutkan? Potensi energi cadangan minyak bumi dan gas alam yang luar biasa di wilayah Nagorno-Karabakh memang sangat menggiurkan. Tak heran jiak konflik ini juga melibatkan kekuatan besar seperti Rusia, Turki, dan Iran.

Seperti diketahui, Armenia sendiri mendapat dukungan dari Rusia yang memang punya pangkalan militer di negara tersebut. Sedangkan Azerbaijan mendapat dukungan penuh dari Turki di bawah rezim Recep Tayyip Erdogan.

Terkait siapa yang menjadi pemicu pertama meletusnya peperangan, kedua negara juga sama-sama mengeluarkan pledoi. Armenia menuding Azerbaijan lebih dulu memicu dengan melancarkan serangan bom. 

Azerbaijan tak mau kalah, negara yang dipimpin Ilham Aliyev ini balik menuding jika Armenia yang memulai lebih dulu dengan menyerang wilayah Nagorno-Karabakh.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini