Pertalite Turun Harga di Wilayah Sumatera

Pertalite Turun Harga di Wilayah Sumatera Foto: Antara/Asprilla Dwi Adha

PT Pertamina (Persero) akan menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite menjadi Rp6.450 per liter di wilayah Sumatra. Hal ini dilakukan setelah perusahaan menerapkan di Denpasar, Tangerang Selatan, serta Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, serta Bekasi (Jabodetabek).

CEO Subholding Commercial and Trading Pertamina, Mas'ud Khamid, mengatakan bahwa penurunan harga Pertalite ini hanya dalam rangka promo program Langit Biru Pertamina. Ini merupakan program edukasi masyarakat untuk menggunakan bahan bakar berkualitas dan ramah lingkungan.

Baca Juga: GM PHM Pede Hadapi Tantangan Penurunan Konsumsi BBM

"Program Langit Biru sudah di Denpasar, Tangerang Selatan, ke depan masuk seluruh Jawa dan Bali, kemudian masuk Sumatra," kata Khamid dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Senin (5/10/2020).

Khamid menjelaskan, program Langit Biru diselenggarakan di wilayah-wilayah yang memiliki daya beli cukup baik. Selain itu, Pertamina juga akan memberikan diskon Pertalite di daerah yang warganya masih banyak menggunakan Premium.

"Nah, segmen ini kami didik. Jadi tidak semua konsumen Pertalite kami berikan diskon," katanya.

Sementara, beberapa kriteria yang akan mendapatkan diskon Pertalite adalah seluruh motor, angkot pelat kuning, dan taksi pelat kuning. Namun, Mas'ud bilang pihaknya akan mengurangi diskon untuk motor dengan cc besar.

Sejauh ini, Khamid menuturkan, realisasi premium atau jenis BBM khusus penugasan (JBKP) tercatat sebesar 6,7 juta kiloliter (KL) per September 2020. Ia memperkirakan, penyaluran premium JBKP hingga akhir tahun ini hanya 8,7 juta KL.

Jumlah proyeksi itu lebih rendah dari kuota yang disediakan mencapai 11 KL. Jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, penyaluran premium JBKP tahun ini terlihat turun. Tercatat, penyaluran premium JBKP pada 2018 sebanyak 10,8 juta KL. Kemudian, penyaluran pada 2019 naik menjadi 11,6 juta KL.

Khamid mengatakan, penurunan volume penyaluran terjadi karena dampak kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di tengah pandemi Covid-19 atau virus corona, kebijakan untuk tetap di rumah saja, dan peralihan konsumen ke BBM ramah lingkungan.

Di sisi lain, tren penyaluran Pertalite terlihat meningkat jika dilihat sejak PSBB atau April 2020. Pada saat itu, penyaluran tercatat 35,7 juta KL, lalu meningkat pada Mei 2020 menjadi 38,8 juta KL, naik lagi menjadi 44,5 juta KL pada Juni 2020, dan naik menjadi 48,8 juta KL pada Juli 2020.

Selanjutnya, penyaluran Pertalite tembus 50,8 juta KL pada Agustus 2020. Namun, penyaluran pada September 2020 turun tipis menjadi 50,6 juta KL.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini