Kominfo dan Asosiasi E-Commerce Gelar Pelatihan UMKM Digital

Kominfo dan Asosiasi E-Commerce Gelar Pelatihan UMKM Digital Foto: Antara/Aditya Pradana Putra

Kementerian Komunikasi dan Informatika meluncurkan Program Pelatihan UMKM Digital untuk memperkuat dan memberdayakan pelaku UMKM di Tanah Air. Program itu ditujukan untuk memanfaatkan akses internet secara produktif guna percepatan transformasi digital nasional.

Pelatihan UMKM Digital diinisiasi BLU Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Kominfo bersama Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA). Program itu diutamakan untuk wilayah tertinggal, terluar, dan terdepan (3T) dan Daerah Pariwisata Super Prioritas (DPSP).

Baca Juga: Buang Waktu Blokir Lagi Boom Live, Ini Pinta Menkominfo

Pelatihan UMKM Digital Kelas BAKTI merupakan bagian dari Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI). Dengan durasi program sepanjang 2,5 bulan, didukung oleh kurikulum dengan 60 modul pilihan, program ini adalah bentuk intensifikasi kegiatan pendampingan yang umumnya hanya dilakukan dalam 3 s.d. 7 hari pelatihan.

"Program ini akan diikuti oleh 2.000 UMKM/UMi, baik di level on-boarding (masuk ke bisnis digital) maupun upscaling (pengembangan bisnis di ruang digital," jelas Menkominfo Johnny Gerard Plate, Senin (5/10/2020).

Melalui program itu, kawasan 3T dan DPSP mendapatkan perhatian khusus atas dasar komitmen pemerintah untuk memperluas akses pemberdayaan secara adil dan merata, khususnya dalam penguatan perekonomian digital.

"Selama ini, lima provinsi yang mencatatkan keberhasilan on-boarding seluruhnya berada di Pulau Jawa, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Banten. Kami juga ingin keberhasilan yang sama dirasakan oleh pegiat UMKM/UMi yang berada di seluruh penjuru negeri, termasuk di daerah 3T dan DPSP," tegas Menteri Johnny.

Menkominfo menegaskan, semangat yang dibawa oleh program pendampingan ini adalah semangat keberagaman dan penghargaan terhadap lokalitas yang ditunjukkan dalam dua agenda. Pertama, program pendampingan ini menitikberatkan pada keberagaman potensi lokal UMKM/UMi di daerah sasaran.

"Melalui program ini, peserta diharapkan dapat memaksimalkan karakteristik dan keunikan perekonomian lokal di kawasannya, sebagai nilai tambah untuk pengembangan usahanya," ungkapnya.

Hal kedua yang menjadi fokus program ini adalah memberikan perhatian terhadap kondisi UMKM/UMi yang beragam. UMKM/UMi yang masih berada di tahap awal akan diarahkan ke dalam program prioritas lokal untuk dapat siap dan bersaing dalam skala wilayah setempat.

"Sedangkan, UMKM/UMi lokal yang sudah dinilai kuat akan diarahkan ke dalam program prioritas nasional agar dapat makin melebarkan sayapnya di level nasional," pungkas Johnny.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini