Puji Tuhan, Rusia Siap Banjiri Venezuela dengan Vaksin Sputnik V

Puji Tuhan, Rusia Siap Banjiri Venezuela dengan Vaksin Sputnik V Foto: Antara/REUTERS/Thomas Peter

Lembaga Dana Investasi Langsung Rusia (Russian Direct Investment Fund/RDIF), mulai mengirimkan vaksin untuk Virus Corona buatan Rusia, Sputnik V. Venezuela jadi negara tujuan pengiriman vaksin Sputnik V gelombang pertama ini.

Dalam siaran pers, RDIF menjelaskan, vaksinasi sukarelawan di Venezuela akan dimulai dalam beberapa hari mendatang. Itu dilakukan sebagai bagian dari uji klinis tersamar ganda, acak, dan terkontrol, plasebo vaksin Sputnik V.

Baca Juga: Ketika Negara Afrika Berharap Dapat Pasokan Vaksin Sputnik V Rusia

Ada sekitar 2.000 relawan yang bakal ikut serta dalam uji coba tersebut. CEO RDIF, Kirill Dmitriev mengatakan, Venezuela adalah negara pertama di Amerika Latin yang melakukan uji klinis dari vaksin Sputnik V.

Kata Dmitriev, uji coba sudah berlangsung di Belarus. Dan lebih banyak uji coba direncanakan di sejumlah negara lain. Termasuk Brasil, India, dan Uni Emirat Arab (UEA).

Dia menambahkan, produsen vaksin lain saat ini menggunakan pendekatan baru dan kurang dipercaya, yaitu adenovirus monyet dan mRNA. Dan, lanjutnya, saat ini mereka juga menghadapi kendala dalam uji klinis.

"Sedangkan Sputnik V menunjukkan kepercayaan dan permintaan yang meningkat di banyak wilayah, termasuk Amerika Latin," jelasnya.

Dia bilang, vaksin itu akan membantu rakyat Venezuela dalam memerangi Virus Corona. "Kami siap mendukung mitra lain di kawasan ini," ujarnya.

Sebelumnya, 11 Agustus lalu, vaksin Sputnik V yang dikembangkan oleh Gamaleya National Research Institute of Epidemiology and Microbiology telah didaftarkan oleh Kementerian Kesehatan Rusia. Sputnik V pun jadi vaksin terdaftar pertama di dunia untuk melawan COVID-19 berdasarkan platform vektor adenoviral manusia.

Uji klinis pasca pendaftaran vaksin Sputnik V yang melibatkan 40 ribu sukarelawan saat ini sedang berlangsung. Lebih dari 60 ribut relawan telah mendaftar untuk mengikuti uji coba pasca-pendaftaran. Hasil pertama dari uji coba tersebut diharapkan bisa dipublikasikan pada Oktober atau November 2020 ini.

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini