Startup Story: Berkat IPO, Startup Esports yang Dibeking Beckham Himpun Rp384 M

Startup Story: Berkat IPO, Startup Esports yang Dibeking Beckham Himpun Rp384 M Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay

Baru berdiri setahun, startup yang mendapat dukungan dari bintang sepak bola David Beckham--Guild Esports--sudah melantai di Bursa Saham London (LSE) dengan valuasi sekitar 52 juta dolar Amerika Serikat (AS) (sekitar Rp772 miliar).

Guild Esports merupakan perusahaan esports pertama yang melantai di LSE dan berhasil mengumpulkan 20 juta pound britania (sekitar Rp384 miliar).

Berdasarkan informasi yang Warta Ekonomi kutip dari CNBC Internasional, Senin (5/10/2020), debut saham itu kabarnya akan, "meningkatkan profil publik (bagi perusahaan) dan menyediakan dana baru untuk ekspansi serta pertumbuhan jangka panjang."

Baca Juga: Demi Jual Teknologi ke Huawei, 2 Perusahaan Ini Mohon-Mohon ke Amerika

Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Cetar Maksimal, Dolar AS dan Global Terpental

Guild bertujuan mengembangkan dan mengelola tim espors global yang bisa mengikuti kompetisi dan mencetak hadiah berbentuk uang. Sebab, pemain gim profesional muda berpeluang mencetak jutaan dolar setahun; berkat kompetisi, penawaran sponsor, aksesoris, dan acara.

"Kami berniat melatih pemain muda dan membekali mereka dengan keterampilan untuk bersaing secara profesional," ujar Guild.

Nah, tim perdana Guild akan debut pada musim gugur ini, lalu mengikuti kompetisi gim seperti EA Sports FIFA, Fortnite, dan Rocket League.

Dapat Dukungan David Beckham

Asal tahu saja, Beckham kini memiliki 4,78% saham Guild; berdampingan dengan Blue Star Capital, Toro Consulting, dan Pioneer Media Holdings sebagai pemegang saham utama.

Beckham pada Juni lalu berujar, "sepanjang karier, saya cukup beruntung bisa bekerja sama dengan para pemain di puncak permainan mereka. Secara langsung, saya telah melihat permainan dan semangat yang dibutuhkan untuk bermain di level profesional."

Ia menambahkan, Guild Esports akan menerapkan sistem akademi guna mendorong talenta muda sehingga bisa mendorong pertumbuhan perusahaan.

Sekadar informasi, esports telah menjadi bisnis besar dalam beberapa tahun terakhir. Apalagi, popularitasnya makin melonjak selama pandemi.

Saat ini, nilai pasar esports gobal bernilai 1,1 miliar dolar AS (sekitar Rp16,3 triliun). Analis gim, Newzoo memperkirakan, itu akan bertumbuh 42% menjadi 1,56 miliar dolar AS (sekitar Rp23,14 triliun) pada 2023.

Sebagai gambaran, tahun lalu 443 juta orang menyaksikan orang yang bermain gim daring. Jumlah itu akan meningkat menjadi 646 juta pada 2023, menurut Newzoo.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini