Bos Jiwasraya Ungkap 4 Penyebab Tak Mampu Bayar Polis Selama 10 Tahun

Bos Jiwasraya Ungkap 4 Penyebab Tak Mampu Bayar Polis Selama 10 Tahun Foto: Antara/Galih Pradipta

Pemerintah akan menyuntik modal sebesar Rp22 triliun dalam skema penyelamatan PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Dana tersebut akan disalurkan melalui PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) untuk membentuk perusahaan asuransi baru, entitas penyelamat Jiwasraya.

Direktur Utama Asuransi Jiwasraya Hexana Tri Sasongko mengatakan, saat ini, Jiwasraya mengalami kondisi keuangan yang serius, sehingga mengakibatkan perseroan tidak mampu memenuhi kewajiban secara penuh.

"Kondisi Jiwasraya sudah terjadi lama (10 tahun) sehingga Jiwasraya tidak mampu memenuhi semua kewajiban secara penuh," ujarnya saat konferensi pers virtual, Minggu (4/10/2020).

Baca Juga: Bos Jiwasraya Beberkan Strategi Mengurai Sengkarut Perusahaannya

Baca Juga: Mau Diguyur Rp22 T, Bos Jiwasraya Sesumbar Bisa Selamatkan Ribuan Nasabah

Hexana menjelaskan, ada empat faktor yang menyebabkan kondisi perseroan menjadi sulit. Pertama, permasalah likuiditas dan solvabilitas yang terjadi sejak 10 tahun. 

"Ini tidak diselesaikan secara fundamental atau solusi yang tepat," ucapny.

Kedua, lanjut Hexana, permasalah tata kelola perseroan yang tidak sesuai dengan standar pasar. Ketiga, permasalahan investasi yang tidak menerapkan prinsip kehati-hatian.

"Terakhir, ada dugaan fraud dari manajemen lama yang sedang diproses di Kejaksaan Agung," ucapnya.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini