Doa Erdogan: Atas Izin Allah Turki Tetap Berperang di Azerbaijan

Doa Erdogan: Atas Izin Allah Turki Tetap Berperang di Azerbaijan Foto: Reuters/Bernadett Szabo

Tanpa menunjukkan keraguan, Recep Tayyip Erdogan berpidato dengan lantang di depan Sidang Umum Majelis Besar Nasional Turki. Presiden ke-12 Turki itu memastikan sikap Turki dalam dukungan penuh terhadap Azerbaijan, dalam perang melawan Armenia.

Menurut laporan yang dikutip dari Anadolu Agency, Erdogan menyampaikan pidatonya dengan berapi-api. Erdogan yang juga merupakan Partai Keadilan dan Pembangunan Turki, tak segan menebar ancaman kepada pihak mana pun yang coba menghalangi Azerbaijan untuk mengklaim wilayah Nagorno-Karabakh.

Baca Juga: Perang Lawan Armenia, Azerbaijan Gunakan Rudal LORA Israel

Pernyataan Erdogan memang masuk akal. Pasalnya, Nagorno-Karabakh adalah wilayah yang masuk dalam teritorial Azerbaijan dan diakui secara sah dalam hukum internasional. Erdogan menyebut Armenia dengan istilah sinis Bahasa Turki, "haydut", atau yang dalam Bahasa Indonesia berarti "perampok bersenjata".  

"Kami akan terus memberikan semua jenis dukungan. Saya memperingatkan mereka yang mendukung negara perampok ini, mereka akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan hati nurani bersama umat manusia," ujar Erdogan.

Di hadapan para pejabat tinggi, Erdogan juga menyindir negara-negara yang menjadikan Turki sebagai sasaran tuduhan. Mantan Walikota Istanbul itu menyebut negara-negara itu hanya bisa berteriak menuduh, sementara tidak ada kontribusi nyata untuk menyelesaikan Perang Armenia-Azerbaijan.

Dalam kesempatan ini juga, Erdogan lagi-lagi memberikan respons keras terkait tudingan Turki telah memobilisasi tentara bayaran ke Azerbaijan. Tuduhan itu dinyatakan langsung oleh Kementerian Pertahanan Armenia, yang mengetahui kedekatan Erdogan dengan Jenderal Adnan Tanriverdi, pendiri perusahaan keamanan swasta Turki, SADAT International Defense Consultancy Inc.

Erdogan disebut Armenia menggunakan jasa Tanriverdi dan perusahaan keamana swastanya, untuk memindahkan tentara bayaran dari Suriah dan Libya. Armenia juga meyakini tentara-tentara bayaran Turki tak lebih dari kelompok teroris yang berafiliasi dengan organisasi semisal Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

"Beberapa dari negara ini menargetkan kami, karena kami mengatakan yang sebenarnya. Jangan dilupakan bahwa negara-negara itu tidak ada, baik kemarin, dan juga besok. Tetapi dengan izin Allah, kami akan terus berada di tanah ini (Azerbaijan). Armenia tidak akan bisa mengesampingkan segalanya, dalam upaya penyelamatan dengan memfitnah Turki," kata Erdogan.

Lihat Sumber Artikel di Viva Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Viva. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Viva.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini