Donald Trump Akan Jalani Fase Kritis Perawatan Covid-19

Donald Trump Akan Jalani Fase Kritis Perawatan Covid-19 Foto: Reuters/Tom Brenner

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan menjalani fase kritis perawatannya dalam 48 jam ke depan. Dia diketahui positif mengidap Covid-19 dan sedang dirawat di Walter Reed National Military Medical Center.

Kepala Staf Gedung Putih Mark Meadow mengatakan meski kondisi Trump sudah membaik, 48 jam ke depan akan menjadi kritis dalam hal perawatannya. Komandan Angkatan Laut Sean Conley mengatakan dalam 24 jam terakhir, Trump tak lagi mengalami demam, batuk, dan hidung tersumbat.

"Sekarang sudah sembuh dan membaik," kata Conley saat memberi keterangan tentang gejala yang dialami Trump.

Baca Juga: Dirawat di RS Militer, Donald Trump Minum Obat Antibody Cocktail Eksperimental

Menurut Conley, saat ini Trump pun tak menggunakan ventilator atau bantuan tabung oksigen. Namun dia menolak mengungkapkan apakah Trump pernah menggunakan peralatan demikian sebelumnya.

"Tidak ada saat ini. Dan kemarin bersama tim, saat kami semua di sini, dia (Trump) tidak menggunakan oksigen," ujarnya.

Menurut seorang sumber di Gedung Putih, saat diketahui mengidap Covid-19 pada Jumat (2/10/2020) Trump sempat diberikan oksigen. Setelah itu, dia segera dibawa ke Walter Reed National Military Medical Center. Kabar tersebut dibantah oleh Conley.

Dalam sebuah memo yang dirilis pada Jumat malam, Conley melaporkan bahwa Trump menjalani perawatan dengan mengonsumsi obat antivirus remdesivir. Dia mengatakan Trump "melakukannya dengan sangat baik" dan "tidak membutuhkan oksigen tambahan".

Trump berusia 74 tahun dan secara klinis mengalami obesitas. Hal itu membuat risikonya mengalami komplikasi serius akibat terinfeksi Covid-19 menjadi lebih tinggi. Trump adalah salah satu tokoh global yang disorot selama pandemi. Salah satu hal yang sempat ramai menjadi perbincangan publik adalah keengganannya mengenakan masker.

Saat ini AS adalah negara dengan kasus Covid-19 tertinggi di dunia. Terdapat lebih dari tujuh juta kasus dengan korban meninggal melampaui 200 ribu orang.

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini