Ilmuwan Berlomba-Lomba Kirim Misi ke Venus

Ilmuwan Berlomba-Lomba Kirim Misi ke Venus Foto: Unsplash/Donald Giannatti

Penemuan gas fosfin yang mengejutkan bisa menjadi tanda kehidupan di Venus. Peristiwa ini kembali menggairahkan minat ilmiah di planet tetangga terdekat Bumi.

Para peneliti dan badan antariksa di seluruh dunia kini berlomba untuk mengarahkan instrumen mereka, baik di Bumi maupun di luar angkasa, menuju Venus untuk memastikan keberadaan gas, yang disebut fosfin. Sebelum mempertimbangkan secara serius kemungkinan itu, para ilmuwan sangat ingin memastikan fosfin benar-benar ada di Venus.

Baca Juga: Ilmuwan Temukan Planet Seukuran Bumi Mengambang di Galaksi Bima Sakti

Dilansir dari Nature, belum semua orang yakin dengan pengamatan tim. Itu sebagian karena para peneliti hanya mengidentifikasi satu garis penyerapan untuk fosfin dalam data mereka.

Ilmuwan planet Jason Dittmann dari Massachusetts Institute of Technology mengusulkan untuk menggunakan dua instrumen. Yakni, fasilitas teleskop inframerah NASA di Hawaii dan yang ada di Observatorium Stratosfer NASA untuk Astronomi Inframerah.

Jauh dari Bumi, rencana lain sedang terjadi. Tiga misi dijadwalkan terbang mendekati Venus dalam beberapa bulan mendatang, yaitu pesawat ruang angkasa BepiColombo Eropa dan Jepang, dalam perjalanan ke Merkurius, pengorbit surya Badan Antariksa Eropa dan Parker Solar Probe NASA, keduanya dalam perjalanan menuju matahari.

Pengamatan oleh pesawat ruang angkasa ini menguntungkan karena tidak akan dibatasi oleh atmosfer Bumi. Namun instrumen tersebut dirancang untuk melihat hal lain, seperti permukaan Merkurius atau matahari, jadi tidak jelas apa perangkat tersebut memiliki kepekaan yang tepat untuk mendeteksi fosfin di atmosfer Venus.

Misi yang lebih menjanjikan kemungkinan besar masih dalam pengembangan, yang dapat diubah untuk mendukung deteksi fosfin. Organisasi Penelitian Luar Angkasa India (ISRO) memiliki pengorbit Venus bernama Shukrayaan-1, yang rencananya akan diluncurkan pada 2025. ISRO tidak menanggapi permintaan komentar Nature tentang rencananya untuk Venus.

Tetapi Sanjay Limaye, seorang ilmuwan planet di Universitas Wisconsin-Madison mengatakan ISRO memiliki cukup waktu untuk mempertimbangkan kembali instrumennya. Menurut Limaye, jika tidak melihat peluang itu adalah sebuah kesalahan.

Amerika Serikat dan Eropa juga sedang memikirkan misi ke Venus yang dapat memberikan data berguna tentang potensi kelayakan planet atau bahkan secara langsung mencari tanda-tanda kehidupan.

Selanjutnya
Halaman

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini