Sama-Sama Mantan Panglima, Ocehan Gatot Diskak Moeldoko: Jangan Baper!

Sama-Sama Mantan Panglima, Ocehan Gatot Diskak Moeldoko: Jangan Baper! Foto: Dok. we

Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko kembali menegaskan bahwa pencopotan Gatot Nurmantyo sebagai Panglima TNI sama sekali tak ada hubungannya dengan instruksi nonton bareng film G30S PKI.

Ia menilai Gatot terlalu naif jika menganggap pencopotannya oleh Presiden Jokowi hanya karena nobar film buatan Pemerintahan Orde Baru itu. Baca Juga: Disebut Gunakan PKI Buat Nyapres, Gatot Nurmantyo: Kehormatan bagi Saya!

“Tentang pencopotannya, itu pendapat subjektif. Karena itu penilaian subjektif, ya, boleh-boleh saja sejauh itu perasaan,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (1/10/2020).

Namun, ia juga menegaskan Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) itu belum tentu sama dengan yang dipikirkan atasannya. Baca Juga: Dilarang Masuk TMP Kalibata, Begini Reaksi Gatot Saat Dapat Jawaban: 'Kami Hanya Menjalankan Tugas'

“Perasaan itu belum tentu sesuai dengan yang dipikirkan oleh pimpinannya,” tuturnya.

Moeldoko yang juga pernah menjabat sebagai Panglima TNI ini menekankan, pergantian pucuk pimpinan di TNI merupakan hak prerogatif Presiden yang didasarkan pada berbagai pertimbangan.

“Bukan hanya pertimbangan kasuistik, tetapi pertimbangan yang lebih komprehensif,” jelas dia.

Terkait isu kebangkitan komunias, ia menyebutnya hal itu biasa dibahas dari berbagai aspek, termasuk politik.

“Jangan sampai melupakan peristiwa sejarah. Kesaktian Pancasila mari kita maknai secara lebih luas,” imbaunya.

“Pancasila harus mewarnai seluruh segi kehidupan kita, bukan sekadar bicara peristiwa 1965,” sambung dia,

“Kita harus berpikir maju, tetapi tetap tidak boleh melupakan masa lalu. Jangan sekali-sekali kita melupakan sejarah,” tandasnya.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini