Acara KAMI Dibubar Paksa, Komnas HAM Akhirnya Buka Suara

Acara KAMI Dibubar Paksa, Komnas HAM Akhirnya Buka Suara Foto: ANTARA FOTO

Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Amiruddin Al Rahab angkat bicara mengenai pengadangan saat acara silaturahmi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Surabaya, Jawa Timur, dua hari lalu. Terlebih, pemerhati hukum tata negara Said Salahudin meminta Komnas HAM untuk turun tangan atas kasus kegiatan KAMI di Surabaya itu.

"Orang semestinya saling menghargai perbedaan pandangan. Berbeda hal yang biasa," ujar Amiruddin Al Rahab, Rabu (30/9/2020).

Diketahui, acara KAMI itu dibubarkan polisi setempat saat Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo sedang berpidato di podium. Amiruddin Al Rahab pun melontarkan pendapatnya.

Baca Juga: Deklarasi Terus Ditolak di Sana-Sini, KAMI Bisa Mainkan Playing Victim

Baca Juga: Gembar-gemborkan PKI, Harta Kekayaan Gatot Menjulang Tinggi, Gak Ada Utang Pula!

"Kalau tidak mengindahkan protokol kesehatan di daerah zona merah Covid-19. Berkerumun dalam jumlah banyak kan tidak boleh," pungkas Amiruddin Al Rahab.

Diketahui, kehadiran Gatot Nurmantyo di Surabaya, Jatim, Senin (28/9/2020), diwarnai demonstrasi sekelompok orang. Mereka berjaga di sekitar Gedung Juang 45 Surabaya yang menjadi tempat Silaturahmi Akbar KAMI. Mereka juga datang ke Graha Jabal Nur, Jalan Jambangan Kebon Agung Nomor 76 Surabaya, saat Gatot Nurmantyo menghadiri acara ramah tamah yang bersifat internal.

"Jadi begini, Pak Gatot itu mau ke Gedung Juang 45. Kami sarapan dulu di penginapan itu (Graha Jabal Nur, Jalan Jambangan Kebon Agung Nomor 76 Surabaya). Saat sarapan, itu kan banyak kiai dan tokoh masyarakat. Mereka lantas meminta Pak Gatot memberi sambutan. Baru di tengah jalan dibubarkan polisi. Di luar, ormas juga teriak-teriak dan melakukan intimidasi," kata Ketua Komite Eksekutif (KE) Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Jatim Donny Handricahyono.

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini