Perusahaan Migas Konglomerat Bakrie Ibarat Ketiban Durian Runtuh: Cuan, Cuan, Cuan!

Perusahaan Migas Konglomerat Bakrie Ibarat Ketiban Durian Runtuh: Cuan, Cuan, Cuan! Foto: Antara/Hafidz Mubarak A

PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) ibarat mendapat durian runtuh pada semester pertama tahun 2020. Ketika hampir semua bisnis tertekan oleh pandemi Covid-19, emiten minyak dan gas (migas) milik konglomerat Bakrie ini justru tumbuh positif dengan kenaikan penjualan double digit.

Baca Juga: Parah! Disney PHK Besar-Besaran, Manajemen: 28.000 Karyawan Akan Dipecat!

Selama enam bulan pertama tahun 2020, ENRG menghimpun penjualan sebesar US$148,93 juta atau setara Rp2,22 triliun. Capaian tersebut tumbuh 28% dari semester pertama 2019 yang kala itu hanya sebesar US$116,35 juta atau setara Rp1,74 triliun. Selaras dengan itu, laba bersih ENRG tercatat tumbuh sebesar 3% dari US$26,62 juta (Rp397,30 miliar) pada Juni 2019 menjadi US$27,34 juta (Rp408,05 miliar) pada Juni 2020.

Baca Juga: Mayoritas Perusahaan Batu Bara Milik Konglomerat RI Telan Pil Pahit! Ini Daftarnya!

Direktur Utama ENRG, Syailendra S. Bakrie, mengungkapkan bahwa pertumbuhan kinerja perusahaan didongkrak oleh peningkatan produksi minyak dan gas, yakni di Blok Malacca Riau yang merupakan produsen minyak utama ENRG, serta Blok Bentu Riau dan Blok Kangean Jawa Timur yang merupakan kontributor terbesar produksi gas ENRG.

"ENRG cukup beruntung karena lebih dari 90% dari jumlah produksi dan cadangan perusahaan adalah gas, di mana dalam beberapa tahun terakhir harga jual gas terlihat lebih konsisten dari harga jual minyak yang lebih berfluktuasi," pungkas Syailendra, Jakarta, Rabu, 30 September 2020.

Ia melanjutkan, untuk ke depannya ENRG akan terus meningkatkan produksi migas dari portofolio aset-aset yang ada saat ini. Bahkan, Syailendra menyatakan akan mengkaji kemungkinan untuk mengakuisisi aset baru di masa mendatang.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini