Pengamat Sampaikan Bukti-bukti AS Sangat Diuntungkan dari Konflik China-India

Pengamat Sampaikan Bukti-bukti AS Sangat Diuntungkan dari Konflik China-India Foto: Reuters/Danish Ismail

Ketegangan yang terjadi antara India dan China bisa menguntungkan Amerika Serikat (AS). Amrita Dhillon, seorang analis urusan luar negeri India mengungkap beberapa alasan mengapa ketegangan antara Beijing dan New Delhi bisa menguntungkan Washington.

Pertama, ini akan membantu AS untuk mencapai kebijakannya di kawasan Asia-Pasifik, yang sekarang disebut Indo-Pasifik, yang memungkinkan AS untuk menekan China dan Korea Utara (Korut).

Baca Juga: Militer India Bakal Diperkuat Drone Seharga USD3 Miliar Bikinan AS

Kedua, ungkapnya, hal itu akan memungkinkan AS untuk mempertahankan kendali atas China tanpa melengkapi banyak sumber daya di wilayah tersebut.

Seperti dilaporkan Sputnik, RAND, sebuah wadah pemikir yang berpengaruh di AS, baru-baru ini berspekulasi untuk mengubah Dialog Keamanan Segi Empat informal (Quad) yang didukung AS menjadi aliansi anti-China yang terbuka di Pasifik India. India dipandang sebagai peserta utama Quad oleh AS.

Selain Washington, Dhillon mengatakan, Pakistan mungkin juga mendapat keuntungan dari potensi permusuhan China-India. Dia mengatakan, selama konflik India dan China, Pakistan telah memecahkan semua rekor dalam pelanggaran gencatan senjata.

Dia juga yakin bahwa Islamabad mungkin mencoba memperkuat posisinya di Kashmir jika perselisihan antara Beijing dan New Delhi berjalan terlalu jauh. Namun, menurutnya, ini merupakan skenario yang tidak masuk akal.

"Saya yakin, pertanyaan terbesar yang muncul adalah apakah India dan China memiliki pilihan lain selain menyelesaikan krisis ini?" tanya Dhillon.

"Keduanya adalah negara berkembang. Namun, ekonomi China empat kali lebih besar dari India. Keduanya berbagi 3.488 km batas darat yang belum diselesaikan. Jadi, menyelesaikan perselisihan harus menjadi fokus utama kedua negara," sambungnya.

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini