Ketika Dukun-dukun Peru Saling Adu Kesaktian dalam Pilpres AS, Buat Apa?

Ketika Dukun-dukun Peru Saling Adu Kesaktian dalam Pilpres AS, Buat Apa? Foto: Antara/REUTERS/Kevin Lamarque

Dengan asap dupa, bunga, dan foto Donald Trump dan Joe Biden, sejumlah dukun Peru melakukan ritual leluhur untuk pemilihan Amerika Serikat (AS).

Sambil menyanyikan dan meniup instrumen cangkang Andes tradisional, para dukun yang mengenakan pakaian warna-warni itu menyerukan "Pachamama", atau ibu bumi, agar pemungutan suara di AS berlangsung dengan damai, tanpa serangan atau sihir apa pun di antara para pesaingnya.

Baca Juga: Intel Jumpai Tanda-tanda Rusia dan China Ganggu Pilpres AS

Guru dukun, Ana María Simeón, selama ritual yang diadakan di sebuah ruangan remang-remang di sebuah bangunan tua di pusat kota Lima, mengaku mendukung Biden. Dia mengatakan, Biden telah mengalami serangan magis.

"Itulah sebabnya kami membersihkannya, kami telah melihat bahwa mereka menyerangnya dengan sihir, dengan boneka hitam, dengan boneka voodoo mereka membayangi untuk mengeluarkannya,” ucap Ana, seperti dilansir Reuters.

Selama ritual, para dukun, yang sebagian mengenakan ponco dan jubah Andes, menggosok tanaman obat, buah-buahan, dan bahkan ular hidup pada foto Biden dan Trump.

Berbeda dengan Ana, Pablo Torres, yang merupakan salah satu dukun utama di Peru menyatakan dukungannya pada Trump. Torres mengatakan, dia akan turut membantu Trump untuk bisa memenangkan pemilihan umum AS dengan kemampuan yang dia miliki.

"Energi yang bagus untuk Tuan Donald Trump. Mengapa? Karena dia pantas. Dia butuh energi yang bagus, getaran yang baik dari para pengikutnya. Kami adalah pendukung pria itu. Dia akan menang; dia adalah seorang pemenang," ungkapnya.

Menurut jajak pendapat Reuters/Ipsos pada pertengahan September, Biden memimpin atas Trump secara nasional di antara kemungkinan pemilih AS dengan 9 poin persentase, dengan 50 persen dari kemungkinan pemilih berencana untuk memberikan suara untuk Biden, sementara 41% melakukan hal yang sama untuk Trump.

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini