AS Nyalakan Tanda Bahaya, Biang Kerok Komunis China Semakin Mengancam

AS Nyalakan Tanda Bahaya, Biang Kerok Komunis China Semakin Mengancam Foto: Reuters/Damir Sagolj

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo, memberikan pernyataan keras setelah mendengar kabar pasukan Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) melepaskan sejumlah rudal ke Laut China Selatan pekan lalu. Pompeo makin sadar ancaman tentang bahaya yang ditimbulkan PLA.

Menurut laporan yang dikutip dari The Straits Times, armada tempur Tentara Pembebasan Rakyat China semakin meningkatkan aktivitas militernya di sejumlah wilayah.

Baca Juga: Hidup Bermewah-mewahan di Tengah Pandemi, 16 Ribu Pejabat China Dihukum

Pasukan PLA secara berkala menunjukkan kekuatannya, di bawah kontrol Presiden Xi Jinping dan Partai Komunis China (CCP).

Selain menembakkan empat rudal, jet-jet tempur Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat China (PLAAF) juga terbang di dekat wilayah Taiwan. Aksi pesawat-pesawat China itu dianggap sebagai provokasi, setelah mengetahui kunjungan Wakil Menteri Luar Negeri AS, Keith Krach, ke Taiwan.

Pompeo menegaskan bahwa pemerintah AS di masa lampau telah melakukan kesalahan, karena membiarkan China melakukan berbagai langkah ekonomi untuk memperkuat armada militernya. 

Oleh sebab itu, Pompeo memastikan jika Amerika takkan berdiam diri saat menyaksikan pasukan militer China mengancam perdamaian, khususnya di kawasan Laut China Selatan

"Apa yang telah kami lakukan selama beberapa dekade adalah mengizinkan Partai Komunis China untuk terlibat dalam perilaku yang mengancam dan mengancam dan mengganggu. Itu adalah praktik predator ekonomi dan sejenisnya. Mereka terus memperluas kapasitas dan jejak mereka," ujar Pompeo.

Meningkatnya aktivitas pasukan China di sejumlah wilayah disebut Pompeo tak lepas dari pemantauan Angkatan Bersenjata AS (US Armed Forces). Tak segan, Pompeo memastikan pasukan AS juga melakukan persiapan untuk menghadapi skenario terburuk konflik horizontal alias perang.

"Risiko terbesar terkait dengan Partai Komunis China adalah ketenangan. Cukup, kami tidak akan membiarkan itu terjadi lagi. Kami mengawasi kegiatan militer China, dan kami bersiap," kata Pompeo dikutip dari Washington Times.

Lihat Sumber Artikel di Viva Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Viva. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Viva.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini