PBB Pastikan Gak Ada Pemenang dalam Peperangan Nuklir, Kenapa?

PBB Pastikan Gak Ada Pemenang dalam Peperangan Nuklir, Kenapa? Kredit Foto: Reuters/Lisi Niesner

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres mengatakan bahwa tidak akan ada yang menjadi pemenang dalam perang nuklir. Oleh karena itu, Guterres menegaskan, perang semacam ini tidak boleh dilakukan.

"Penggunaan senjata nuklir akan mempengaruhi semua negara, yang berarti bahwa semua negara memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa persenjataan mematikan tersebut tidak pernah digunakan lagi dan dihilangkan sama sekali dari persenjataan nasional," ucap Guterres saat Hari Internasional untuk Penghapusan Total Senjata Nuklir.

Baca Juga: Atas Komando Erdogan, Turki Mau Bikin Senjata Nuklir buat Hadapi Israel

Dia menyerukan kepada negara-negara yang memiliki senjata nuklir untuk kembali ke jalur dialog yang nyata dan dengan niat baik untuk memulihkan kepercayaan, dan kepercayaan, mengurangi risiko nuklir dan mengambil langkah nyata dalam pelucutan senjata nuklir.

"Mereka harus menegaskan kembali pemahaman bersama bahwa nuklir perang tidak dapat dimenangkan dan tidak boleh diperangi. Mereka harus mengambil langkah-langkah untuk melaksanakan komitmen yang telah mereka lakukan," ucapnya, seperti dilansir Xinhua pada Minggu (27/9/2020).

Hari Internasional untuk Penghapusan Total Senjata Nuklir sendiri adalah hari untuk memberikan kesempatan bagi komunitas dunia untuk menegaskan kembali komitmennya terhadap perlucutan senjata nuklir global sebagai prioritas.

Ini memberikan kesempatan untuk mendidik masyarakat dan para pemimpin mereka tentang manfaat nyata dari penghapusan senjata semacam itu, dan biaya sosial dan ekonomi untuk mengabadikannya.

Hari ini dideklarsikan dalam Sidang Umum PBB pada Desember 2013, dalam resolusi 68/32 sebagai tindak lanjut dari pertemuan tingkat tinggi Sidang Umum tentang perlucutan senjata nuklir yang diadakan pada 26 September 2013 di New York.

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini